KARAKTERISASI SENYAWA METABOLIT PADA NASI ULAM SERTA POTENSI BIOAKTIFNYA DALAM BIDANG KESEHATAN FARMASI

Penulis

  • Nadya Marsyabilillah Universitas Adiwangsa Jambi
  • Ardi Mustakim Universitas Adiwangsa Jambi

Kata Kunci:

Nasi Ulam, Metabolit Sekunder, Flavonoid, Pangan Fungsional, Bahan Alam

Abstrak

Nasi ulam merupakan pangan tradisional Indonesia yang tersusun dari nasi dan berbagai jenis daun serta rempah segar, seperti daun kemangi (Ocimum basilicum), pegagan (Centella asiatica), serai (Cymbopogon citratus), daun jeruk (Citrus hystrix), dan lengkuas (Alpinia galanga). Kombinasi bahan tersebut menjadikan nasi ulam sebagai sumber senyawa metabolit sekunder yang berpotensi memberikan efek bioaktif bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi jenis senyawa metabolit yang terkandung dalam nasi ulam serta mengkaji potensi bioaktifnya dalam bidang kesehatan dan farmasi. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi menggunakan pelarut etanol, uji fitokimia kualitatif, kromatografi lapis tipis (KLT), serta analisis spektroskopi seperti UV-Vis dan FTIR. Hasil kajian menunjukkan bahwa nasi ulam mengandung berbagai golongan metabolit sekunder, antara lain flavonoid, senyawa fenolik, triterpenoid, dan minyak atsiri. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba. Keberadaan metabolit sekunder dalam nasi ulam menunjukkan bahwa pangan tradisional ini berpotensi dikembangkan sebagai pangan fungsional dan sumber bahan baku alami yang relevan dalam bidang kesehatan dan farmasi.

Nasi ulam is a traditional Indonesian food composed of rice combined with various fresh leaves and spices, such as basil leaves (Ocimum basilicum), gotu kola (Centella asiatica), lemongrass (Cymbopogon citratus), kaffir lime leaves (Citrus hystrix), and galangal (Alpinia galanga). The combination of these ingredients makes nasi ulam a rich source of secondary metabolites that may exert bioactive effects on health. This study aims to characterize the types of secondary metabolites present in nasi ulam and to evaluate their bioactive potential in the fields of health and pharmacy. The methods employed included ethanol extraction, qualitative phytochemical screening, thin-layer chromatography (TLC), and spectroscopic analyses such as UV–Visible and FTIR spectroscopy. The results indicate that nasi ulam contains various classes of secondary metabolites, including flavonoids, phenolic compounds, triterpenoids, and essential oils. These compounds are known to exhibit antioxidant, anti-inflammatory, and antimicrobial activities. The presence of secondary metabolites in nasi ulam suggests that this traditional food has potential to be developed as a functional food and a natural raw material relevant to health and pharmaceutical applications.

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28