STUDI ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT DI GARDU INDUK PADANG LUAR PT.PLN (Persero) ULTG BUKITTINGGI

Penulis

  • Rahmat Efendi Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
  • Yulisman Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
  • MahyessieKamil Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Kata Kunci:

Gangguan Hubung Singkat, Gardu Induk Padang Luar, ETAP 12.6.0, Komponen Simetris, Bus 150 kV, Bus 20 kV

Abstrak

Gangguan hubung singkat merupakan salah satu kondisi abnormal pada sistem tenaga listrik yang dapat menyebabkan peningkatan arus secara signifikan dan berpotensi mengganggu keandalan serta keamanan penyaluran tenaga listrik. Oleh karena itu, analisis gangguan hubung singkat diperlukan untuk mengetahui besarnya arus gangguan pada sistem sehingga dapat menjadi dasar dalam evaluasi kondisi sistem dan peralatan proteksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya arus gangguan hubung singkat pada Gardu Induk Padang Luar PT PLN (Persero) ULTG Bukittinggi serta membandingkan hasil perhitungan manual dengan hasil simulasi menggunakan perangkat lunak ETAP 12.6.0. Penelitian menggunakan data sekunder berupa Single Line Diagram (SLD), data spesifikasi sistem dan data impedansi yang diperoleh dari PT PLN (Persero). Analisis dilakukan pada Bus 150 kV dan Bus 20 kV dengan empat jenis gangguan, yaitu gangguan hubung singkat tiga fasa, satu fasa ke tanah, dua fasa, dan dua fasa ke tanah. Perhitungan manual dilakukan menggunakan metode komponen simetris, sedangkan simulasi dilakukan menggunakan ETAP 12.6.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus gangguan pada Bus 20 kV lebih besar dibandingkan Bus 150 kV pada seluruh jenis gangguan yang dianalisis. Hasil simulasi ETAP untuk gangguan tiga fasa sebesar 11,056 kA pada Bus 150 kV dan 25,730 kA pada Bus 20 kV, sedangkan hasil perhitungan manual masing-masing sebesar 9,67 kA dan 17,28 kA. Gangguan tiga fasa merupakan jenis gangguan yang menghasilkan arus terbesar pada kedua bus. Perbedaan antara hasil perhitungan manual dan simulasi ETAP dipengaruhi oleh perbedaan parameter dan konfigurasi sistem serta pemodelan sistem yang lebih rinci pada ETAP.

A short-circuit fault is an abnormal condition in an electric power system that can cause a significant increase in current, potentially disrupting operations and compromising the safety of power transmission. Therefore, short-circuit fault analysis is essential to determine the magnitude of fault currents within the system, serving as a basis for evaluating system conditions and protection equipment. This study aims to analyze short-circuit fault current magnitudes at the Padang Luar Substation (PT PLN (Persero) ULTG Bukittinggi) and to compare manual calculation results with simulation results obtained using ETAP 12.6.0 software. The research utilizes secondary data—specifically Single Line Diagrams (SLD), system specifications, and impedance data—obtained from PT PLN (Persero). Analysis was conducted on the 150 kV and 20 kV buses considering four fault types: three-phase, single-phase-to-ground, phase-to-phase, and double-phase-to-ground faults. Manual calculations employed the symmetrical components method, while simulations were performed using ETAP 12.6.0. The results indicate that fault currents on the 20 kV bus were higher than those on the 150 kV bus across all analyzed fault types. ETAP simulation results for three-phase faults showed 11.056 kA on the 150 kV bus and 25.730 kA on the 20 kV bus, whereas manual calculations yielded 9.67 kA and 17.28 kA, respectively. Three-phase faults produced the highest current magnitudes on both buses. Discrepancies between manual calculations and ETAP simulations are attributed to differences in parameters and system configurations, as well as the more detailed system modeling capabilities of the ETAP software.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31