PENERAPAN TEKNIK BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK USIA DINI DI SEKOLAH TAHFIDZ ANAK BANGSA
Kata Kunci:
Bimbingan Dan Konseling, Karakter Anak Usia Dini, Sekolah Tahfidz, Modeling, Penguatan PositifAbstrak
Pembentukan karakter pada anak usia dini menuntut pendampingan yang sistematis, tidak cukup hanya melalui kegiatan menghafal. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan teknik bimbingan dan konseling dalam membentuk karakter anak usia dini pada konteks sekolah tahfidz, dengan Sekolah Tahfidz Anak Bangsa sebagai konteks kajian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara kepada kepala sekolah dan guru pengajar serta observasi dan dokumentasi pada 21 September 2026, yang diperkuat kajian pustaka terhadap 13 artikel jurnal ilmiah tahun 2017–2026 dan tiga buku acuan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Temuan lapangan menunjukkan bahwa ciri khas sekolah ialah rutinitas pagi, yaitu anak mengaji terlebih dahulu sebelum masuk ke tema umum pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa rutinitas tersebut merupakan bentuk pembiasaan yang dapat menjadi titik masuk bagi lima teknik yang layak diterapkan secara terpadu dengan program tahfidz, yaitu keteladanan (modeling), penguatan positif (positive reinforcement), pembiasaan, bimbingan kelompok berbasis kisah dan permainan, serta kolaborasi guru dan orang tua. Kelima teknik tersebut berpotensi menguatkan karakter religius, disiplin, jujur, santun, dan mandiri apabila direncanakan melalui asesmen perilaku dan dievaluasi secara berkelanjutan. Kajian ini menyarankan penelitian lapangan lanjutan untuk menguji model yang dirumuskan.
Character building in early childhood requires systematic guidance and cannot rely on Qur’an memorization alone. This study aims to analyze the application of guidance and counseling techniques in shaping the character of early childhood children in a tahfidz school context, using Sekolah Tahfidz Anak Bangsa as the setting of the discussion. The study employed a descriptive qualitative approach, using interviews with the principal and teachers, observation, and documentation on 21 September 2026, supported by a literature review of 13 scientific journal articles published between 2017 and 2026 and three reference books. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. Field findings show that the school’s distinctive feature is its morning routine, in which children recite the Qur’an first before moving on to the general learning theme. The findings indicate that this routine is a form of habituation that can serve as an entry point for five techniques suitable for integration with the tahfidz program: modeling, positive reinforcement, habituation, group guidance based on stories and play, and teacher–parent collaboration. These techniques have the potential to strengthen religious, disciplined, honest, polite, and independent character when planned through behavioral assessment and evaluated continuously. This study recommends follow-up field research to test the proposed model.


