SIMULASI TANGGAP DARURAT BENCANA GEMPA BUMI PADA SEKOLAH DASAR DI KOTA MATARAM

Penulis

  • Siti Halifa Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Anang Alviatun Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Lalu Dede Padmindra Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Mustamin Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Rahmat Hidayat Universitas Muhammadiyah Mataram
  • Muhammad Aprian Jailani Universitas Muhammadiyah Mataram

Kata Kunci:

Simulasi Bencana, Tanggap Darurat Dan Gempa Bumi

Abstrak

Kota Mataram sebagai wilayah yang berada di zona rawan gempa bumi memerlukan kesiapsiagaan bencana yang optimal, khususnya di lingkungan sekolah dasar yang merupakan tempat berkumpulnya populasi rentan, yaitu anak-anak. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi di sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di beberapa sekolah dasar negeri di Kota Mataram. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelaksanaan simulasi umumnya telah dilakukan secara periodik dan melibatkan seluruh komponen sekolah, namun masih terdapat kendala seperti kurangnya pelatihan guru, keterbatasan sarana evakuasi, serta minimnya koordinasi dengan instansi penanggulangan bencana. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan sekolah dan integrasi program simulasi secara berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas tanggap darurat bencana di lingkungan pendidikan dasar.

Mataram City as an area located in an earthquake-prone zone requires optimal disaster preparedness, especially in elementary school environments which are where vulnerable populations gather, namely children. This community service aims to evaluate the implementation of earthquake disaster emergency response simulations in elementary schools and identify supporting and inhibiting factors in their implementation. The community service method used is a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation in several public elementary schools in Mataram City. The results of the community service show that the implementation of simulations has generally been carried out periodically and involves all school components, but there are still obstacles such as lack of teacher training, limited evacuation facilities, and minimal coordination with disaster management agencies. These findings emphasize the importance of strengthening school institutional capacity and integrating simulation programs on an ongoing basis to increase the effectiveness of disaster emergency response in elementary education environments

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-01