ANALISIS KUALITAS SARANA SANITASI DENGAN TINGKAT KEPUASAN PENGUNJUNG PADA KAWASAN WISATA KULINER STASIUN LAMBUANG TAHUN 2025

Penulis

  • Yesa Putri Melpa Prima Nusantara Bukittinggi

Kata Kunci:

Sanitation, Visitor Satisfaction, Culinary Tourism, Stasiun Lambuang

Abstrak

Latar Belakang: Sanitasi merupakan faktor penting dalam menjamin kenyamanan, kesehatan, dan daya tarik sebuah kawasan wisata. Kondisi sanitasi yang tidak memadai dapat menurunkan kepuasan pengunjung serta berdampak pada keberlanjutan wisata kuliner. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas sarana sanitasi dan tingkat kepuasan pengunjung pada Kawasan Wisata Kuliner Stasiun Lambuang di Kota Bukittinggi. Metode: Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan berjumlah 8 orang, terdiri dari 4 informan utama (Ketua Pengelola, Petugas Pengelola, Petugas Kebersihan DLH, dan Pedagang) serta 4 informan kunci (pengunjung Stasiun Lambuang). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan photovoice, kemudian dianalisis secara deskriptif-tematik. Hasil: Pada aspek input, fasilitas sanitasi berupa toilet umum, persediaan air bersih, saluran pembuangan limbah, dan tempat sampah telah tersedia namun sebagian belum memenuhi standar, ditandai dengan kualitas air yang kurang layak, toilet rusak, dan keterbatasan tempat sampah. Pada aspek proses, pemantauan serta perawatan fasilitas sanitasi sudah dilakukan oleh pengelola dan petugas kebersihan, tetapi masih terkendala keterbatasan sumber daya dan belum optimalnya pengelolaan sampah. Pada aspek output, tingkat kepuasan pengunjung berada pada kategori sedang hingga baik, dengan apresiasi pada kenyamanan area makan, namun terdapat keluhan mengenai kebersihan, pencahayaan, keterbatasan toilet, dan penumpukan sampah pada saat pengunjung ramai. Kesimpulan: Kualitas sarana sanitasi berpengaruh langsung terhadap kepuasan pengunjung serta niat untuk berkunjung kembali dan merekomendasikan kawasan wisata kuliner ini. Perbaikan fasilitas dasar, peningkatan pengawasan, serta kolaborasi antara pengelola, pedagang, dan pemerintah daerah diperlukan guna mewujudkan kawasan wisata kuliner yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-14