PERAN KONSELOR DALAM MENINGKATKAN KEMATANGAN KARIER SISWA
Kata Kunci:
Bimbingan Karier, Kematangan Karier, Salah Jurusan, Konseling, Transisi Sekolah Ke Kerja, Siswa SMK/SMAAbstrak
Fenomena kebingungan, keraguan, dan kecemasan dalam menentukan pilihanĀ pendidikan lanjutan maupun pekerjaan menjadi ciri rendahnya kematangan karier siswa. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran layanan bimbingan dan konseling karier dalam membantu siswa memahami potensi diri, mengenali berbagai pilihan karier, serta mengambil keputusan secara tepat dan bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konselor dalam meningkatkan kematangan karier siswa melalui layanan bimbingan dan konseling karier. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku akademik, artikel penelitian, dan publikasi yang relevan mengenai kematangan karier, bimbingan karier, dan peran konselor. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat kematangan karier siswa masih berada pada kategori rendah hingga sedang. Konselor memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan pembimbing dalam membantu siswa mengeksplorasi potensi diri, memperoleh informasi karier, serta menyusun perencanaan masa depan secara realistis. Berbagai intervensi seperti teknik trait and factor, eksplorasi karier, asesmen minat dan bakat, serta pemanfaatan layanan berbasis teknologi digital terbukti efektif dalam meningkatkan kematangan karier siswa. Oleh karena itu, layanan bimbingan dan konseling karier perlu dilaksanakan secara terencana, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswa guna mendukung kesiapan mereka dalam menghadapi pendidikan lanjutan maupun dunia kerja


