ANALISIS KENDALA GURU DALAM MELAKSANAKAN EVALUASI PEMBELAJARAN DI MI AT-TAUFIQ CIRACAS

Penulis

  • M.Sennigi Bintang Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Nurul Komaria Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Fitria Maulida Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Oka Arista Kanakayananda Universitas Singaperbangsa Karawang

Kata Kunci:

Kendala Yang Di Hadapi, Pendidikan Agama Islam, Keterbatasan, Tantangan

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MI AT-TAUFIQ Cirasas.yaitu menganalisis kendala yang dihadapi guru dalam melaksanakan evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi pembelajaran PAI dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan melalui evaluasi diagnostik, formatif, dan sumatif. Keterbatasan dalam penerapan sarana  evaluasi PAI tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut kondisi nyata di lapangan. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan sumber daya teknologi, di mana tidak semua sekolah memiliki akses memadai terhadap perangkat digital atau aplikasi yang dapat mendukung proses penilaian secara efisien.Ada beberapa tantangan yaitu variasi kemampuan siswa berbedan beda mulai dari perbedaan latar belakang, tingkat pemahaman siswa, serta keterampilan. Di sisi lain, kebutuhan akan pelatihan bagi para penilai, khususnya guru, sangat mendesak agar mereka mampu menggunakan instrumen evaluasi dengan tepat dan objektif. Beban administrasi guru pun semakin berat, karena selain harus mengajar, mereka juga dituntut untuk menyusun, mengelola, dan menilai berbagai dokumen evaluasi secara berkelanjutan. Keseluruhan keterbatasan ini menunjukkan perlunya strategi yang lebih sistematis dan dukungan yang memadai agar evaluasi PAI dapat berjalan efektif dan sesuai tujuan pembelajaran. penelitian menunjukkan bahwa sarana evaluasi PAI sebaiknya disesuaikan dengan karakteristik ranah yang diukur. Untuk ranah kognitif, tes tertulis dinilai paling efektif karena mampu mengukur pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan analisis peserta didik secara sistematis. Sementara itu, untuk ranah afektif dan psikomotor, metode observasi serta portofolio lebih tepat digunakan karena dapat merekam sikap, perilaku, dan perkembangan akhlak secara lebih autentik dan berkesinambungan. Dengan demikian, kombinasi penggunaan tes tertulis, observasi, dan portofolio memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pencapaian peserta didik dalam pembelajaran PAI.

This study aims to analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning evaluation at MI AT-TAUFIQ Cirasas, namely analyzing the obstacles faced by teachers in carrying out the evaluation. This study used a qualitative method with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that PAI learning evaluation is carried out in an integrated and continuous manner through diagnostic, formative, and summative evaluations. Limitations in the application of PAI evaluation tools are not only related to technical aspects, but also related to real conditions in the field. One of the main obstacles is limited technological resources, where not all schools have adequate access to digital devices or applications that can support the assessment process efficiently. There are several challenges, namely variations in student abilities that vary from background to background, student understanding level, and skills. On the other hand, the need for training for assessors, especially teachers, is very urgent so that they are able to use evaluation instruments appropriately and objectively. The administrative burden on teachers is also increasingly heavy, because in addition to having to teach, they are also required to compile, manage, and assess various evaluation documents on an ongoing basis. All of these limitations indicate the need for a more systematic strategy and adequate support so that PAI evaluation can run effectively and according to learning objectives. Research shows that Islamic Religious Education (PAI) evaluation tools should be tailored to the characteristics of the domain being measured. For the cognitive domain, written tests are considered the most effective because they can systematically measure students' knowledge, understanding, and analytical skills. Meanwhile, for the affective and psychomotor domains, observation and portfolio methods are more appropriate because they can record attitudes, behavior, and moral development more authentically and continuously. Thus, the combination of written tests, observations, and portfolios provides a more comprehensive picture of students' achievements in Islamic Religious Education (PAI).

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30