ANALISIS PROSES PEMBELAJARAN KEGIATAN MENEMPEL ROK IBU KARTINI DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK USIA 5–6 TAHUN DI RA NURUL FADILAH

Penulis

  • Annisa Nabilah Nasution Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai
  • Aisyura Suriono Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai
  • Siti Khairani Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai
  • Naila Wanahara Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai
  • Arie Dwi Ningsih Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai

Kata Kunci:

Motorik Halus, Kegiatan Menempel, Anak Usia Dini, Nilai Budaya

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembelajaran kegiatan menempel Rok Ibu Kartini dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di RA Nurul Fadilah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah anak-anak kelompok B usia 5–6 tahun dan guru kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) proses pembelajaran menempel Rok Ibu Kartini dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu kegiatan pembuka berupa apersepsi tentang sosok Ibu Kartini, kegiatan inti berupa menempel potongan kain batik pada pola gambar Ibu Kartini, dan kegiatan penutup berupa evaluasi dan refleksi; (2) kegiatan menempel terbukti efektif menstimulasi motorik halus anak melalui koordinasi mata-tangan dalam proses mengambil bahan, mengoles lem, dan menempelkan potongan kain pada pola; (3) sebagian besar anak (±80%) menunjukkan perkembangan positif dalam aspek ketepatan, kerapian, dan koordinasi gerak jari; serta (4) integrasi nilai budaya melalui tema Kartini memberikan makna pedagogis yang holistik bagi perkembangan anak. Penelitian ini merekomendasikan agar kegiatan menempel berbasis budaya dijadikan bagian dari program stimulasi motorik halus yang sistematis di lembaga PAUD.

This study aims to analyze the learning process of the Mrs. Kartini's Skirt Sticking Activity in developing fine motor skills of children aged 5–6 years at RA Nurul Fadilah. The study employed a descriptive qualitative approach through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Research subjects included Group B children aged 5–6 years and their class teacher. The findings indicate that: (1) the sticking learning process was implemented in three stages—an opening activity (apperception about Mrs. Kartini), a core activity (sticking batik fabric pieces onto the Kartini figure pattern), and a closing activity (evaluation and reflection); (2) the sticking activity was proven effective in stimulating fine motor skills through eye-hand coordination in the process of picking up materials, applying glue, and attaching fabric pieces to the pattern; (3) the majority of children (±80%) demonstrated positive development in precision, neatness, and finger movement coordination; and (4) the integration of cultural values through the Kartini theme provided holistic pedagogical significance for children's development. This study recommends that culturally-based sticking activities be incorporated as part of a systematic fine motor stimulation program in early childhood education institutions.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30