HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA SUCOPANGEPOK

Penulis

  • Ilmi Nazatul Wardani Universitas Muhammadiyah Jember
  • Nikmatur Rohmah Universitas Muhammadiyah Jember
  • Zuhrotul Eka Yulis Anggraeni Universitas Muhammadiyah Jember

Kata Kunci:

Status Gizi, Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

Abstrak

Latar Belakang: Status gizi adalah kondisi tubuh yang dipengaruhi oleh pola makan dan keberhasilan dalam pemenuhan nutrisi, yang mencakup keseimbangan antara asupan zat gizi dan jumlah yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi biologis, seperti pertumbuhan, perkembangan, aktivitas, dan pemeliharaan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan (PMT) dengan status gizi balita. Metode: Desain penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah 406 balita. Sampel penelitian ini sejumlah 48 balita. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dengan pendekatan teknik purposive sampling. Penentuan sampel dalam penelitian ini dihitung menggunakan rumus proporsional untuk mendapatkan jumlah sampel yang sesuai dari setiap posyandu. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner dan lembar observasi. Hasil: Hasil uji statistik Spearman’s Rho (a = 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan antara pemberian makanan tambahan (PMT) dengan status gizi balita di Desa Sucopangepok di dapatkan p value sebesar (p= 0,00). Diskusi: Kesimpulannya adalah semakin baik pemberian makanan tambahan yang diberikan kepada balita, maka semakin baik pula status gizi balita.

Introduction: Nutritional status is a condition of the body influenced by dietary intake and the success of meeting nutritional needs, which involves the balance between nutrient intake and the amount required by the body to carry out various biological functions such as growth, development, activity, and health maintenance. The aim of this research is to determine the relationship between supplementary feeding (PMT) and the nutritional status of toddlers. Method: The design of this research is correlational design with a cross-sectional approach. The population of this study was 406 toddlers. The sample comprised 48 toddlers. The sampling technique used was non-probability sampling with a purposive sampling approach. The sampling in this study was calculated using a proportional formula to obtain the appropriate number of samples from each posyandu. The instruments in this research were questionnaires and observation sheets. Result: The results of the Spearman’s Rho statistical test (α = 0.05) showed a very significant relationship between supplementary feeding (PMT) and the nutritional status of toddlers in Sucopangepok Village, with a p-value of 0.00. Disscusion: In conclusion, the better the provision of supplementary feeding to toddlers, the better their nutritional status.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30