BOM BUNUH DIRI MENURUT PERSPEKTIF YUSUF AL-QARADAWI DAN RELEVANSINYA DENGAN MAQASID AL-SYARI’AH
Kata Kunci:
Yusuf al-Qaradhawi, bom bunuh diri, maqashid al-syari’ahAbstrak
Secara keseluruhan, fatwa-fatawa kontemporer yang dipaparkan oleh Yusuf al-Qaradawi dalam karyanya, "Min Hadyi al-Islam Fatawa Mu'asirah," diyakini telah menghasilkan pemahaman yang berkaitan dengan maqasid al-shari'ah. Namun, ketika beberapa fatwa yang termuat dalam karya tersebut diselidiki, terdapat indikasi pertentangan dengan prinsip-prinsip maqasid al-shari'ah yang diterima secara luas oleh kalangan ulama. Salah satunya adalah fatwa mengenai penggunaan bom bunuh diri ('Amaliyah al-Istisyhad). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dua pertanyaan utama: (1) Bagaimana pandangan hukum Yusuf al-Qaradawi terhadap penggunaan bom bunuh diri? (2) Bagaimana aplikasi teori maqasid al-shari'ah dalam fatwa Yusuf al-Qaradawi tentang bom bunuh diri? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penelitian ini melakukan analisis terhadap fatwa Yusuf al-Qaradawi mengenai bom bunuh diri dalam karyanya, "Fatawa Mu'asirah," dan menghubungkannya dengan teori maqasid al-shari'ah yang diakui oleh mayoritas ulama. Untuk itu, teori-teori terkait maqasid al-shari'ah akan ditelaah secara menyeluruh, khususnya dalam konteks pemeliharaan al-daruriyyat al-khams (lima kebutuhan esensial) manusia, yakni agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Data yang dikumpulkan dan dianalisis akan diolah secara kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Yusuf al-Qaradawi memberikan legitimasi terhadap tindakan bom bunuh diri, terutama yang dilakukan oleh pejuang-pejuang Palestina, dengan tujuan untuk menimbulkan rasa takut dan gentar (teror) terhadap Israel. Namun, fatwa tersebut tidak selaras dengan prinsip-prinsip maqasid al-shari'ah yang secara umum diterima oleh mayoritas ulama.
Overall, the contemporary fatawa presented by Yusuf al-Qaradawi in his work, "Min Hadyi al-Islam Fatawa Mu'asirah," is believed to have produced an understanding related to maqasid al-shari'ah. However, when several fatwas contained in this work were investigated, there were indications of conflict with the principles of maqasid al-shari'ah which were widely accepted by the ulama. One of them is a fatwa regarding the use of suicide bombings ('Amaliyah al-Istisyhad). Therefore, this research aims to explore two main questions: (1) What is Yusuf al-Qaradawi's legal view of the use of suicide bombings? (2) How is the maqasid al-shari'ah theory applied in Yusuf al-Qaradawi's fatwa regarding suicide bombing? To answer these questions, this research analyzes Yusuf al-Qaradawi's fatwa regarding suicide bombings in his work, "Fatawa Mu'asirah," and connects it with the theory of maqasid al-shari'ah which is recognized by the majority of ulama. For this reason, theories related to maqasid al-shari'ah will be studied thoroughly, especially in the context of maintaining al-daruriyyat al-khams (five essential needs) of humans, namely religion, soul, reason, offspring and wealth. The data collected and analyzed will be processed qualitatively. The results of this research conclude that Yusuf al-Qaradawi gave legitimacy to suicide bombings, especially those carried out by Palestinian fighters, with the aim of causing fear and trepidation (terror) against Israel. However, the fatwa is not in line with the principles of maqasid al-shari'ah which are generally accepted by the majority of ulama.


