REVITALISASI NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI MEDIA DIGITAL UNTUK GENERASI MILENIAL
Kata Kunci:
Revitalisasi, Pancasila, Generasi Milenial, Nilai nilai, PembangunanAbstrak
Dalam pembahasan mengenai revitalisasi nilai-nilai Pancasila untuk generasi milenial, pendekatan yang komprehensif dan inklusif diperlukan untuk memahami, menganalisis, dan merumuskan langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan. Pembahasan dimulai dengan pendahuluan yang menyoroti pentingnya memahami makna serta aktualitas Pancasila di era milenial, di mana nilai-nilai ini memegang peranan sentral dalam membentuk identitas dan karakter bangsa Indonesia. Kemudian, dibahaslah tentang metode penelitian yang digunakan, yaitu metode review literatur, sebagai pendekatan yang efektif dalam mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang relevan dengan topik ini. Melalui metode ini, penelitian dapat memperoleh pemahaman yang mendalam tentang berbagai pendekatan, strategi, serta tantangan dalam revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Selanjutnya, pembahasan mengenai nilai-nilai Pancasila sendiri melibatkan eksplorasi terhadap esensi dan makna dari lima prinsip utama Pancasila, yang meliputi Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Prinsip-prinsip ini menjadi landasan moral dan filosofis dalam membangun bangsa Indonesia yang inklusif, beradab, dan berkeadilan. Selanjutnya, fokus pembahasan berpindah ke generasi milenial, yang merupakan subjek utama dalam konteks revitalisasi nilai-nilai Pancasila. Generasi ini tumbuh di tengah perubahan zaman yang pesat, yang mencakup kemajuan teknologi, globalisasi, dan berbagai tantangan sosial-ekonomi. Oleh karena itu, generasi milenial memegang peranan penting dalam menginternalisasi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi agen perubahan yang mendorong perubahan positif dalam masyarakat. Pembahasan mengenai peran generasi milenial diakhiri dengan penekanan pada pentingnya dukungan dan pembinaan yang memadai bagi generasi ini, baik dari pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat luas, dalam memastikan kelangsungan serta keberlanjutan dari upaya revitalisasi nilai-nilai Pancasila di era milenial ini.
In the discussion of revitalizing the values of Pancasila for the millennial generation, a comprehensive and inclusive approach is needed to understand, analyze, and formulate strategic steps that can be taken. The discussion begins with an introduction highlighting the importance of understanding the meaning and relevance of Pancasila in the millennial era, where these values play a central role in shaping the identity and character of the Indonesian nation. Then, the research method used, namely literature review method, is discussed as an effective approach in collecting and analyzing various sources relevant to this topic. Through this method, the research can gain a deep understanding of various approaches, strategies, and challenges in revitalizing the values of Pancasila. Furthermore, the discussion on the values of Pancasila itself involves an exploration of the essence and meaning of the five main principles of Pancasila, which include Belief in the One and Only God, Just and Civilized Humanity, Unity of Indonesia, Democracy Led by the Wisdom of Consultative/Representative, and Social Justice for All Indonesian People. These principles form the moral and philosophical foundation in building an inclusive, civilized, and just Indonesian nation. Next, the focus of the discussion shifts to the millennial generation, who are the main subjects in the context of revitalizing the values of Pancasila. This generation grows up amidst rapid changes in the times, including technological advancements, globalization, and various socio-economic challenges. Therefore, the millennial generation plays an important role in internalizing and practicing the values of Pancasila in everyday life, as well as being agents of change that drive positive change in society. The discussion on the role of the millennial generation ends with an emphasis on the importance of adequate support and guidance for this generation, both from the government, educational institutions, and the wider society, in ensuring the sustainability and continuity of efforts to revitalize the values of Pancasila in this millennial era.


