ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA NEONATUS DENGAN BERAT BAYI LAHIR RENDAH (BBLR) DIRUANGAN PERINATOLOGI RUMAH SAKIT TENTARA TK IV 01.07.01 PEMATANGSIANTAR

Penulis

  • Ainil Mawaddah Mawaddah Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Pematangsiantar
  • Roismansyah Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Pematangsiantar

Kata Kunci:

Asuhan Keperawatan, Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), Termoregulasi Tidak Efektif

Abstrak

Menurut World Health Organization Data estimasi dari UNICEF pada tahun 2020 menunjukkan realitas yang memprihatinkan, di mana 1 dari 7 bayi baru lahir di seluruh dunia (sekitar 14,7% atau total 19.833.900 bayi) lahir dengan berat badan di bawah normal.. Penelitian bertujuan untuk memberikan asuhan keperawatan pada neonates dengan berat badan lahir rendah (BBLR) Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 1 pasien bayi dengan diagnosis medis Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini dilakukan mulai tanggal 09 -11 juni 2026 diRumah Sakit Tentara TK IV.01.07.01 Pematangsiantar yang berlokasi di Jl.Gunung simanuk-manuk No, 5, Teknik Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan data primer serta data sekunder.. Pengkajian menunjukkan pasien mengalami pola napas tidak efektif, termoregulasi tidak efektif, dan ikterik neonatus. Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3 hari, kondisi pasien membaik yang ditandai dengan stabilnya frekuensi napas dari 64×/menit menjadi rentang normal, peningkatan suhu tubuh dari 35,5°C menjadi 36,7°C Ketiga masalah keperawatan teratasi sebagian sesuai luaran yang ditetapkan. Asuhan keperawatan pada bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) membantu mengatasi pola napas tidak efektif, termoregulasi tidak efektif, dan ikterik neonatus sehingga kondisi pasien mengalami perbaikan yang signifikan.

According to the World Health Organization, Estimation data from UNICEF in 2020 shows a concerning reality, where 1 in 7 newborns worldwide (approximately 14.7% or a total of 19,833,900 infants) were born with a below-normal birth weight. This figure serves as a stark warning that the world is not yet on the right track to achieve the target of reducing LBW rates. This study employed a descriptive design with a case study approach involving one infant patient diagnosed with Low Birth Weight (LBW) the study was conducted from June 09 to 11 2026, at the TK IV.01.07.01 army hospital pematangsiantar, located on Jl. Gunung simanuk manuk No 5, Data collection techniques included interviews, observations, physical examination, and documentations. The assessment results showed that the patient experienced ineffective breathing pattern, ineffective thermoregulation, and neonatal jaundice. After three days of nursing care, the patient's condition improved, as evidenced by a stabilized respiratory rate from 64×/minute to the normal range, an increase in body temperature from 35,5°C to 36.7°C. The three nursing problems were partially resolved according to the established outcomes. Nursing care for infants with Low Birth Weight (LBW) helps overcome ineffective breathing pattern, ineffective thermoregulation, and neonatal jaundice, resulting in a significant improvement in the patient's condition.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30