INTEGRASI ARSITEKTUR TRADISIONAL DAN MODERN DALAM TATA RUANG KOTA LAMA: ANALISIS KOTA LAMA SEMARANG
Kata Kunci:
Tata Ruang, Pelestarian, Arsitektur Tradisional, Arsitektur Modern, dan Kota Lama SemarangAbstrak
Intregasi Tata Ruang Kota Lama Semarang bertujuan untuk mempertahankan warisan budaya dan sejarah serta mendukung perkembangan zaman modern. Studi analisis ini berfokus pada bagaimana elemen arsitektur tradisional dapat digabungkan dengan desain modern untuk menciptakan ruang yang harmonis dan fungsional. Dengan metode ini, tujuan utama adalah untuk meningkatkan daya tarik kawasan bagi wisatawan dan penduduk local serta mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuka peluang bisnis baru. Dengan menyediakan ruang terbuka hijau dan menerapkan teknologi ramah lingkungan, integrasi tata ruang Kota Lama Semarang sangatlah memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dengan adanya ruang ruang tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa intregasi tata ruang Kota Lama Semarang dapat mencapai keseimbangan antara pelestarian warisan budaya dan kebutuhan pembangunan modern.
The Spatial Integration of the Old City of Semarang aims to maintain cultural and historical heritage and support modern era developments. This analytical study focuses on how traditional architectural elements can be combined with modern design to create harmonious and functional spaces. With this method, the main goal is to increase the attractiveness of the area for tourists and local residents and encourage economic growth by opening new business opportunities. By providing green open space and implementing environmentally friendly technology, the spatial integration of the Old City of Semarang really pays attention to aspects of environmental sustainability with these spaces. This research shows that integration of the spatial planning of the Old City of Semarang can achieve a balance between preserving cultural heritage and modern development needs.


