PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS ETNOSAINS PADA MATERI ORGAN PERNAPASAN PADA MANUSIA
Kata Kunci:
modul ajar, ipas, etnosains, organ pernapasanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar berbaisis etnosains dalam pembelajaran Ipas pada materi organ pernapasan pada manusia untuk peserta didik kelas V UPTD SDN Koeloda. Instrumen pada penelitian ini berupa observasi, wawancara, angket, respon dan tes. Metode penelitian yang digunakan merupakan peneltian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan. Tahap pertama yaitu tahap analisis yang menggali informasi dengan studi Pustaka, tahap desain yaitu melakukan perancangan media sesuai dengan informasi yang diperoleh, tahap pengembangan yaitu membut produk dan dikembangkan berbasis etnosains. Selanjutnya tahap penerapan yaitu modul etnosains diterapkan dalam pembelajaran di kelas. Hasil respon angket peserta didik menunjukan bahwa modul ajar berbasis etnosains dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi organ pernapasan pada manusia dengan memperoleh prsentase sebesar 80%. Tahap akhir penelitian yaitu tahap evaluasi dimana semua masukan dari guru maupun peserta didik digunakan sebagai bahan evaluasi modul etnosains supaya lebih baik. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan hasil penelitian modul berbasis etnosains ini dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPAS pada materi organ pernapasan pada manusia di kelas V SDN Koeloda.
This research aims to develop an ethnoscience-based teaching module in science learning on human respiratory organs for class V students at UPTD SDN Koeloda. The instruments in this research are observations, interviews, questionnaires, responses and tests. The research method used is development research with the ADDIE development model which consists of five stages. The first stage is the analysis stage which explores information using library studies, the design stage is designing the media according to the information obtained, the development stage is making the product and developing it based on ethnoscience. The next stage of implementation is that the ethnoscience module is applied in classroom learning. The results of student questionnaire responses show that ethnoscience-based teaching modules can increase students' understanding of human respiratory organs by obtaining a percentage of 80%. The final stage of research is the evaluation stage where all input from teachers and students is used as evaluation material for the ethnoscience module to make it better. Therefore, it can be concluded that based on the research results, this ethnoscience-based module can be used in the science and science learning process on human respiratory organs in class V at SDN Koeloda.


