MENGGAPAI MEANINGFUL LIFE DALAM PANDANGAN TASAWUF
Kata Kunci:
Makna Hidup, Sufisme, Logoterapi, TasawufAbstrak
Mengeksplorasi konsep makna hidup dari perspektif tasawuf, dengan mengacu pada kutipan dari Omar Suleiman tentang pentingnya merasakan pahitnya kehidupan dunia untuk menghargai manisnya iman. Kehidupan dunia sering kali dipenuhi dengan tantangan yang membuat individu merasa lelah dan kehilangan arah. Untuk memahami dan mengatasi tantangan ini, artikel ini mengkaji makna hidup melalui sudut pandang tasawuf, serta kontribusi ajaran sufi dalam memberikan pemahaman mendalam mengenai makna hidup.Penelitian ini menggunakan metode library research untuk mengumpulkan data dari berbagai literatur sufi dan psikologi Islam. Salah satu tokoh yang dibahas adalah Buya HAMKA, yang dalam bukunya Tasawuf Modern menjelaskan pentingnya tasawuf dalam membentuk makna hidup yang bermakna dan positif. Menurut HAMKA, kebahagiaan dan makna hidup dapat dicapai melalui pembersihan diri dari penyakit lahir maupun batin, serta dengan sikap qana'ah dan tawakkal kepada Allah. Tasawuf mengajarkan manusia untuk menjalani kehidupan dengan penuh makna, yang mencakup keseimbangan antara kehidupan jasmani dan ruhani. Ajaran tasawuf dianggap relevan dalam menghadapi kehidupan modern yang sering kali terjebak dalam materialisme dan kehilangan makna spiritual. Artikel ini menyimpulkan bahwa prinsip-prinsip tasawuf memiliki potensi untuk memperbaiki kehidupan manusia melalui introspeksi, penghilangan sifat-sifat tercela, dan menghiasi diri dengan sifat-sifat mulia. Tasawuf tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan individu, tetapi juga sebagai pedoman moral dan spiritual dalam menjalani kehidupan sehari-hari
Explores the concept of the meaning of life from the perspective of Sufism, referencing Omar Suleiman's quote on the importance of experiencing the bitterness of worldly life to appreciate the sweetness of faith. Worldly life is often filled with challenges that make individuals feel exhausted and lost. To understand and overcome these challenges, this article examines the meaning of life through the lens of Sufism and the contributions of Sufi teachings in providing a profound understanding of life's meaning. This research utilizes the library research method to gather data from various Sufi literature and Islamic psychology sources. One of the figures discussed is Buya HAMKA, who, in his book Modern Sufism, explains the importance of Sufism in shaping a meaningful and positive life. According to HAMKA, happiness and the meaning of life can be achieved through the purification of oneself from physical and spiritual ailments, as well as with the attitude of contentment (qana'ah) and reliance on Allah (tawakkal). Sufism teaches humans to live a life full of meaning, encompassing a balance between physical and spiritual life. Sufi teachings are considered relevant in facing modern life, which often falls into materialism and loses spiritual meaning. This article concludes that the principles of Sufism have the potential to improve human life through introspection, the elimination of undesirable traits, and adorning oneself with noble qualities. Sufism not only serves as a tool to achieve individual happiness but also as a moral and spiritual guide in daily life.


