PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM MEMBANGUN TOLERANSI ANTAR BUDAYA

Penulis

  • Zahra Mujahidah UIN Suska Riau
  • Tahniah Adnin Agustiar UIN Suska Riau
  • Nita Syafitri UIN Suska Riau
  • Rizki Ramadhan UIN Suska Riau
  • Sisy Liana Aprilia UIN Suska Riau
  • Emilia Susanti UIN Suska Riau

Kata Kunci:

Pendidikan kewarganegaraan, toleransi antar budaya, keberagaman etnis, pendidikan, diindonesia

Abstrak

Pendidikan kewarganegaraan memainkan peran penting dalam membangun toleransi antar budaya diindonesia, dapat dilihat bahwasananya indonesia ini terdiri dari berbagai etnis, budaya, dan agama. Kajian ini bermaksud untuk membahas bagaimana kontribusi pendidikan kewarganegaraan dalam meningkatkan toleransi di indonesia. (metode), dalam penelitian ini disebutkan pendidikan dapat membangun pemahaman siswa dalam keberagaman dan mengurangi sikap saling merendahkan satu sama lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika materi dan metode yang digunakan tepat maka dapat membantu pemahaman siswa terhadap keberagaman tersebut. Namun, permasalahan yang sering terjadi akibat dari katerbatasan kurikulum, kurangnya pelatihan guru dan institusional yang kurang memadai dapat menghambat implementasi secara optimal.  Rekomendasi strategis bahwa harus adanya perbaikan kurikulum, meningkatkan kompetensi guru dan mengembangkan sikap toleransi dalam kegiatan disekolah. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan dapat membantu menciptakan masyarakat Indonesia yang utuh dan bersatu karena adanya sikap toleransi antar budaya.

Civic education plays an important role in building tolerance between cultures in Indonesia, it can be seen that Indonesia consists of various ethnicities, cultures, and religions. This study intends to discuss how civic education contributes in increasing tolerance in Indonesia. (method), in this study, it is stated that education can build students' understanding of diversity and reduce mutual derogatory attitudes. The results of the study show that if the materials and methods used are right, it can help students understand this diversity. However, problems that often occur due to curriculum limitations, lack of teacher training and inadequate institutions can hinder optimal implementation.  Strategic recommendations that there must be curriculum improvements, improving teacher competence and developing tolerance attitudes in school activities. Thus, civic education can help create a whole and united Indonesian society because of the attitude of tolerance between cultures.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-07