PENERAPAN PEMBELAJARAN PPKN DALAM MENUMBUHKAN PEMAHAMAN IDEOLOGI PANCASILA PADA SISWA
Kata Kunci:
Pendidikan Kewarganegaraan, Ideologi Pancasila, Pemahaman Siswa, Penelitian Kuantitatif, Pendidikan KarakterAbstrak
Penelitian ini mengkaji penerapan pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam menumbuhkan pemahaman ideologi Pancasila pada siswa tingkat sekolah menengah pertama. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional digunakan, melibatkan 102 siswa SMP Negeri 5 Medan sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan diuji reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi product-moment Pearson dan regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran PPKn memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap pemahaman ideologi Pancasila siswa (r = 0,712; p < 0,05). Kompetensi guru dan metode pembelajaran yang variatif menjadi prediktor dominan, berkontribusi sebesar 63,4% terhadap varians pemahaman ideologis siswa. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pembelajaran PPKn yang terstruktur, berpusat pada siswa, dan relevan secara kontekstual secara efektif menumbuhkan kesadaran ideologis dan identitas kebangsaan. Rekomendasi meliputi integrasi model pembelajaran kooperatif dan media digital dalam pembelajaran PPKn, serta pengembangan profesional guru secara berkala untuk meningkatkan kualitas pedagogis dan literasi ideologi pada siswa.
This study examines the implementation of Civics (PPKn) learning in fostering students' understanding of Pancasila ideology at the junior high school level. The quantitative approach with a correlational survey design was employed, involving 102 students at SMP Negeri 5 Medan as research subjects. Data were collected through a validated and reliable questionnaire, then analyzed using Pearson product-moment correlation and multiple regression techniques. The findings reveal that PPKn learning implementation has a significant positive relationship with students' understanding of Pancasila ideology (r = 0.712; p < 0.05). Teachers' competency and varied instructional methods emerged as dominant predictors, contributing 63.4% of the variance in students' ideological understanding. These results confirm that structured, student-centered, and contextually relevant PPKn learning effectively cultivates ideological awareness and national identity. Recommendations include the integration of cooperative learning models and digital media in PPKn instruction, as well as periodic professional development for teachers to enhance pedagogical quality and ideological literacy among students.


