FOCUS GROUP DISCUSSION MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI

Penulis

  • Rizka Kurniawati Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Agustina Rahmawati Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta
  • Suryani Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Kata Kunci:

Remaja, Kesehatan Reproduksi, FGD (Focus Group Discussion)

Abstrak

United Nations Children’s Fund (UNICEF) melaporkan bahwa sebanyak 25,53 juta remaja di Indonesia menikah di bawah usia 18 tahun yang menjadikan Indonesia peringkat keempat dunia dengan jumlah kasus pernikahan anak dibawah umur. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat terdapat 55 ribu permohonan dispensasi nikah di tahun 2022 pada remaja di bawah umur yang disebahbkan kehamilan di luar nikah. Remaja merupakan fase kehidupan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada fase ini, remaja akan mulai mengalami masa pubertas, sehingga diperlukan adanya edukasi mengenai kesehatan reproduksi. Edukasi ini sangat berguna bagi remaja untuk meningkatkan pengetahuan dan dapat menjauhkan remaja dari perilaku seksual berisiko. Salah satu edukasi yang dapat digunakan yaitu menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion). Metode yang dilakukan yaitu memberikan kuesioner sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Intervensi yang digunakan yaitu FGD (Focus Group Discussion) dimana para peserta dikumpulkan dalam satu ruangan dan melakukan diskusi secara terarah. Diskusi ini dapat membuka pola pikir remaja mengenai topik yang sedang dibahas. Responden dalam penelitian ini sebanyak 11 siswa yang diambil secara random. Data yang didapatkan dari hasil kuesioner kemudian diolah mengunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan sikap remaja sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Diharapkan setelah adanya pendidikan kesehatan, remaja dapat menjadikan bahan referensi untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi.

The United Nations Children's Fund reports that 25.53 million teenagers in Indonesia were married under the age of 18, ranking Indonesia fourth in the world for child marriage cases. The Ministry of Women's Empowerment and Child Protection (KemenPPPA) recorded 55,000 applications for marriage dispensation in 2022 from underage teenagers due to premarital pregnancies. Adolescence is a phase of life from childhood to adulthood. During this phase, adolescents begin to experience puberty, necessitating education about reproductive health. This education is very useful for adolescents to increase their knowledge and can prevent them from risky sexual behavior. One educational method that can be used is the FGD (Focus Group Discussion) method. The method used is to administer questionnaires before and after the intervention. The intervention used is an FGD (Focus Group Discussion) where participants are gathered in one room and engaged in a directed discussion. This discussion can broaden adolescents' mindsets regarding the topic being discussed. Respondents in this study were 11 students who were randomly selected. Data obtained from the questionnaires were then processed using the Wilcoxon test. The results showed an increase in adolescents' knowledge and attitudes before and after the intervention. It is hoped that after health education, adolescents can use this as a reference material to increase their insight and knowledge about reproductive health.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31