ANALISIS KESALAHAN EJAAN BAHASA INDONESIA PADA ARTIKEL JURNAL JIPP (JURNAL ILMU PENDIDIKAN DAN PSIKOLOGI) BERDASARKAN ASPEK KATA BAKU, TANDA BACA, KALIMAT EFEKTIF, HURUF KAPITAL, DAN SPASI
Kata Kunci:
Ejaan, Kata, Tanda Baca, Kalimat, KapitalAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia dalam jurnal JIPP (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi). Analisis difokuskan pada penggunaan kata baku, tanda baca, kalimat efektif, huruf kapital dan penulisan kata, serta penggunaan spasi berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data berupa artikel ilmiah yang dianalisis melalui teknik dokumentasi dengan cara membaca, mengidentifikasi, dan mencatat kesalahan ejaan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 kesalahan ejaan yang meliputi kata baku (4 data), tanda baca (3 data), kalimat efektif (4 data), huruf kapital dan penulisan kata (4 data), serta spasi (3 data). Kesalahan dominan terdapat pada penggunaan kata baku, kalimat efektif, dan huruf kapital. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan kaidah bahasa Indonesia dalam penulisan jurnal ilmiah belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan ketelitian dalam penggunaan ejaan serta proses penyuntingan untuk meningkatkan kualitas kebahasaan karya ilmiah.
This study aims to analyze errors in the use of Indonesian spelling in JIPP (Journal of Education and Psychology). The analysis focuses on standard words, punctuation, effective sentences, capitalization and word formation, and spacing based on the Indonesian Spelling Guidelines (PUEBI) and the Indonesian Dictionary (KBBI). This study uses a qualitative descriptive approach. The data consist of a scientific article analyzed through documentation techniques by reading, identifying, and recording spelling errors. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show 18 spelling errors, including standard words (4 data), punctuation (3 data), effective sentences (4 data), capitalization and word formation (4 data), and spacing (3 data). The dominant errors are found in standard words, effective sentences, and capitalization. These findings indicate that the application of Indonesian language rules in scientific writing is not yet optimal. Therefore, accuracy in spelling and editing is needed to improve the quality of academic writing.


