PERAN GENERASI Z DALAM MELESTARIKAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI BENTUK BELA NEGARA
Kata Kunci:
Generasi Z, Pelestarian Bahasa Indonesia, Bela Negara, Era Digital, Literasi DigitalAbstrak
Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional merupakan salah satu pilar identitas bangsa yang keberadaannya perlu dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Dalam konteks bela negara non-fisik, pelestarian bahasa Indonesia oleh Generasi Z (lahir antara tahun 1997–2012) menjadi isu yang semakin relevan di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi sepanjang periode 2021–2025. Artikel ini bertujuan menganalisis: (1) peran Generasi Z dalam melestarikan bahasa Indonesia sebagai bentuk bela negara; (2) tantangan yang dihadapi Generasi Z dalam melestarikan bahasa Indonesia di era digital; serta (3) upaya yang dapat dilakukan untuk memperkuat peran Generasi Z dalam melestarikan bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber akademik, kebijakan pemerintah, serta data empiris mutakhir tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa Generasi Z memiliki potensi strategis sebagai agen pelestari bahasa Indonesia melalui platform digital, konten kreatif, dan gerakan literasi digital. Namun, tantangan berupa dominasi bahasa asing, proliferasi bahasa gaul, rendahnya literasi formal, dan disinformasi digital menjadi hambatan nyata. Artikel ini merekomendasikan penguatan pendidikan bahasa berbasis digital, kolaborasi lintas sektor, serta pembentukan ekosistem digital berbahasa Indonesia yang sehat sebagai upaya strategis mempertahankan kedaulatan bahasa bangsa.
The Indonesian language as a national language constitutes one of the nation's identity pillars that must be preserved across generations. In the context of nonmilitary state defense, the preservation of Indonesian by Generation Z (born between 1997–2012) has become an increasingly relevant issue amid the rapid currents of globalization and digitalization throughout the 2021–2025 period. This article aims to analyze: (1) the role of Generation Z in preserving the Indonesian language as a form of state defense; (2) the challenges faced by Generation Z in preserving Indonesian in the digital era; and (3) efforts that can be undertaken to strengthen Generation Z's role in language preservation. This research employs a literature study approach by examining academic sources, government policies, and up-to-date empirical data from 2021–2025. The findings indicate that Generation Z holds strategic potential as agents of Indonesian language preservation through digital platforms, creative content, and digital literacy movements. However, challenges including the dominance of foreign languages, the proliferation of slang, low formal literacy levels, and digital misinformation constitute real barriers. This article recommends the strengthening of digitalbased language education, cross-sector collaboration, and the establishment of a healthy Indonesian-language digital ecosystem as strategic efforts to maintain the nation's language sovereignty.


