STUDI BATIMETRI UNTUK KELAYAKAN ALUR PELAYARAN DERMAGA ANGKUTAN SUNGAI DAN PENYEBERANGAN DI DESA SUMBER AGUNG KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN KUBU RAYA PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Penulis

  • Muhammad Abqari Universitas Tanjungpura
  • Arfena Deah Lestari Universitas Tanjungpura
  • Jasisca Meirany Universitas Tanjungpura
  • Mochammad Meddy Danial Universitas Tanjungpura
  • Asep Supriyadi Universitas Tanjungpura

Kata Kunci:

Batimetri, Alur Pelayaran, Kedalaman Sungai, ASDP, KMP Merawan II

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan alur pelayaran menuju Dermaga Angkutan Sungai dan Penyeberangan (ASDP) di Desa Sumber Agung, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan studi batimetri. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui pengukuran langsung di lapangan dan pengolahan data menggunakan perangkat lunak AutoCAD Civil 3D serta ArcGIS 10.8. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa kedalaman sungai berada pada kisaran antara –1,2 meter hingga –21 meter. Hasil potongan memanjang dan melintang memperlihatkan fluktuasi kedalaman yang beragam namun secara umum masih memenuhi persyaratan kelayakan alur pelayaran. Kedalaman minimum yang diperoleh masih dapat mendukung operasional rencana yaitu KMP Merawan II. Oleh karena itu, alur pelayaran menuju dermaga dinilai layak untuk dilalui, namun tetap diperlukan pemantauan dan evaluasi berkala guna menjaga keamanan dan kelancaran aktivitas pelayaran.

This study aims to analyze the navigational feasibility of the shipping route leading to the River and Ferry Terminal (ASDP) in Sumber Agung Village, Batu Ampar District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan Province, based on a bathymetric survey. The research employed a quantitative approach, with data collected through direct field measurements and processed using AutoCAD Civil 3D and ArcGIS 10.8 software. The results indicated that the river depth ranges from –1.2 meters to –21 meters. Longitudinal and cross-sectional profiles revealed varying depth fluctuations; however, the overall conditions generally meet the criteria for navigable waterways. The minimum depth recorded is adequate to support the operational requirements of the planned vessel, KMP Merawan II. Therefore, the navigation channel is considered feasible for vessel passage, although continuous monitoring and periodic evaluation are necessary to ensure safety and efficiency in navigation activities.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-30