PERBANDINGAN NILAI CBR LAPANGAN DAN CBR LABORATORIUM STUDI KASUS PADA RUAS JALAN LAHA-NEGERI LIMA

Penulis

  • Catrin Sapulette Universitas Pattimura
  • Abraham Kalalimbong Universitas Pattimura
  • Mansye Ronal Ayal Universitas Pattimura

Kata Kunci:

CBR, DCP, Lapangan, Laboratorium, Daya Dukung Tanah

Abstrak

Pengujian California Bearing Ratio (CBR) merupakan salah satu metode penting dalam menentukan daya dukung tanah untuk keperluan perencanaan perkerasan jalan. Oleh karena itu dilakukanlah pengujian pada ruas jalan Laha-Negeri Lima yang pada proses pelaksanaanya banyak mengalami kendala sehingga dengan penelitian ini dapat membantu serta menjadi bahan pembelajaran. Dalam praktiknya, nilai CBR dapat diperoleh melalui pengujian di laboratorium maupun di lapangan, namun sering ditemukan perbedaan signifikan antara kedua hasil tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan nilai CBR laboratorium dan CBR lapangan. Metode yang digunakan meliputi pengujian CBR pada beberapa sampel tanah di laboratorium dengan kondisi terkontrol, serta pengujian CBR lapangan secara in-situ di lokasi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai CBR laboratorium pada titik 1 hingga titik 3 secara terurut yaitu sebesar 3,10%; 5,45%; 2,27% sedangkan untuk nilai cbr lapangan secara terurut sebesar 2,79%; 4,54%; 1,59%. Perbedaan nilai CBR disebabkan oleh beberapa faktor utama, yaitu tingkat kepadatan tanah, kadar air, metode dan kondisi pengujian, serta karakteristik alami tanah walaupun nilai yang diperoleh tidaklah memiliki perbedaan atau perbandingan yang besar. Nilai CBR laboratorium umumnya lebih tinggi karena dilakukan pada kondisi optimum dan seragam, sementara nilai CBR lapangan dipengaruhi oleh kondisi aktual tanah yang tidak selalu ideal. Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan perencana dapat lebih bijak dalam menginterpretasikan data CBR untuk desain perkerasan yang lebih akurat dan aman.

The California Bearing Ratio (CBR) test is a key method for evaluating the soil’s bearing capacity in road pavement design. This research was carried out on the Laha–Negeri Lima road section, where several obstacles were encountered during the testing process. The study is intended to provide useful insights and act as a learning resource. In practice, CBR values can be obtained either from laboratory experiments or direct field testing, though noticeable differences often arise between the two. The aim of this research is to examine and analyze the factors that cause these variations. The approach involved performing CBR tests on several soil samples under controlled laboratory conditions as well as conducting field CBR tests at the same points. The laboratory results for points 1 to 3 were 3.10%, 5.45%, and 2.27%, while the corresponding field values were 2.79%, 4.54%, and 1.59%. The discrepancies were largely attributed to factors such as soil compaction, moisture content, testing procedures and conditions, and the inherent properties of the soil, though the differences were not particularly large. Laboratory values are typically higher because of optimal and consistent conditions, whereas field results are influenced by real site conditions that may not be ideal. Recognizing these factors allows engineers and planners to interpret CBR data more accurately for safer and more dependable pavement design.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30