CARA PENGINJILAN TUHAN YESUS YANG DITERAPKAN DI ZAMAN MODERN

Penulis

  • Erick Yohanes Hetharia STT Global Glow Indonesia
  • Dicky Welly Kansil STT Global Glow Indonesia

Kata Kunci:

Penginjilan, Tuhan Yesus, Zaman Modern, Media Digital, Missiologi Haltual, Gereja Kontemporer

Abstrak

Penginjilan merupakan inti dari misi Gereja sejak zaman Perjanjian Baru hingga kini. Di era digital dan globalisasi, metode penginjilan mengalami transformasi signifikan untuk menjangkau generasi kontemporer yang hidup dalam budaya visual, interaktif, dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana cara penginjilan yang diajarkan dan dipraktikkan oleh Tuhan Yesus melalui kasih, relasionalitas, pelayanan, dan kehadiran dapat diadaptasi secara relevan dalam hal modern. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur, penelitian ini mengkaji teks Alkitabiah, tulisan teologis kontemporer, serta studi kasus penerapan penginjilan digital dan komunitas berbasis pelayanan sosial. Hasil menunjukkan bahwa prinsip Kristus tetap universal, namun ekspresinya harus haltual: melalui media sosial, podcast, gerakan pelayanan kemanusiaan, seni, dan pendidikan karakter berbasis nilai Injil. Penelitian ini menegaskan bahwa integritas hidup dan otoritas spiritual tetap menjadi fondasi utama, meskipun mediumnya berubah.

Evangelism is the core of the Church’s mission from the time of the New Testament until today. In the digital and globalization era, evangelism methods have undergone significant transformation to reach contemporary generations who live in a visual, interactive, and technology-driven culture. This study aims to analyze how the evangelistic approach taught and practiced by Jesus Christ through love, relational engagement, service, and presence can be contextually adapted in the modern context. Using a descriptive qualitative approach with a literature review method, this research examines biblical texts, contemporary theological writings, and case studies of digital evangelism and social service–based communities. The findings indicate that Christ’s principles remain universal, yet their expression must be contextual through social media, podcasts, humanitarian service movements, the arts, and character education grounded in Gospel values. This study affirms that personal integrity and spiritual authenticity remain the foundational pillars of evangelism, even as the medium continues to evolve.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-30