EFEKTIVITAS PENURUNAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR SUMUR BOR MENGGUNAKAN AERASI GELEMBUNG DILANJUT ADSORPSI MENGGUNAKAN ARANG AMPAS TEBU
(Studi Kasus : Fajar Baru Jati Agung Lampung Selatan)
Kata Kunci:
Oksidasi, Aerasi Gelembung, Ampas Tebu, Arang Aktif, Adsorpsi Adsorben, Kadae Besi (Fe)Abstrak
Air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia, namun pencemaran logam berat seperti besi (Fe) pada air tanah, khususnya air sumur bor, menjadi masalah yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Konsentrasi Fe yang melebihi baku mutu (1 mg/L menurut Permenkes No. 32 Tahun 2017) dapat menyebabkan gangguan kesehatan dan penurunan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar besi (Fe) dalam air sumur bor menggunakan kombinasi metode aerasi gelembung dan adsorpsi dengan arang aktif dari ampas tebu sebagai adsorben. Aerasi gelembung berfungsi sebagai proses oksidasi awal untuk mengubah Fe²⁺ menjadi Fe³⁺ yang tidak larut dan mudah mengendap, kemudian dilanjutkan dengan proses adsorpsi guna menyerap sisa Fe dalam air. Penelitian dilakukan secara batch menggunakan 1500 mL air dan 20 gram arang aktif ampas tebu, dengan variasi waktu kontak 15, 30, dan 45 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi aerasi dan adsorpsi mampu menurunkan kadar Fe dari 1,83 mg/L menjadi 0,054 mg/L dengan efesiensi penurunan sebesar 93.6%. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh aerasi dan arang dari limbah agroindustri seperti ampas tebu dapat menjadi solusi efektif, murah, dan ramah lingkungan untuk mengatasi pencemaran logam berat pada air sumur bor.
Clean water is a basic human need, but heavy metal contamination such as iron (Fe) in groundwater, especially well water, is a problem that can endanger public health. Fe concentrations exceeding the quality standard (1 mg/L according to Minister of Health Regulation No. 32 of 2017) can cause health problems and decrease water quality. This study aims to determine the effectiveness of reducing iron (Fe) levels in well water using a combination of bubble aeration and adsorption methods with activated charcoal from sugarcane bagasse as an adsorbent. Bubble aeration functions as an initial oxidation process to convert Fe²⁺ into insoluble and easily precipitated Fe³⁺, then continued with an adsorption process to absorb the remaining Fe in the water. The study was conducted in batches using 1500 mL of water and 20 grams of activated charcoal from sugarcane bagasse, with contact time variations of 15, 30, and 45 minutes. The results showed that the combination of aeration and adsorption was able to reduce Fe levels from1.83 mg/L to 0.054 mg/L with a reduction efficiency of 93.6%. This shows that the effect of aeration and charcoal from agro-industrial waste such as bagasse can be an effective, cheap, and environmentally friendly solution to overcome heavy metal pollution in drilled well water.




