KONTRIBUSI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN LITERASI EKONOMI SYARIAH REMAJA PEDESAAN DAN RELEVANSINYA TERHADAP HUKUM PIDANA ISLAM (STUDI KASUS DESA WAWESA)

Penulis

  • L Irian Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syarif Muhammad Raha
  • La Ode Muhammad Syahril Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syarif Muhammad Raha
  • Abdul Juliadin Rindo Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syarif Muhammad Raha

Kata Kunci:

Pendidikan Agama Islam, Literasi Ekonomi Syariah, Remaja Pedesaan, Hukum Pidana Islam

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun literasi ekonomi syariah remaja pedesaan serta relevansinya terhadap Hukum Pidana Islam di Desa Wawesa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan informan berupa remaja, guru PAI, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, kemudian dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAI berperan signifikan dalam membentuk pemahaman remaja mengenai prinsip-prinsip muamalah Islam, seperti kejujuran, keadilan, amanah, serta larangan terhadap praktik ekonomi yang tidak sesuai syariat, seperti riba, gharar, dan maysir. Literasi ekonomi syariah yang diperoleh melalui PAI berfungsi sebagai pencegahan terhadap pelanggaran ekonomi dari perspektif Hukum Pidana Islam (fiqh jinayah), karena menumbuhkan kontrol diri dan kesadaran hukum pada remaja. Meskipun demikian, implementasi PAI masih terbatas dalam aspek praktik pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, penguatan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan aplikatif diperlukan agar literasi ekonomi syariah remaja pedesaan dapat berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

This study aims to analyze the contribution of Islamic Religious Education (PAI) in developing sharia economic literacy among rural youth and its relevance to Islamic Criminal Law in Desa Wawesa. The research employs a qualitative approach with a case study design, involving informants such as youth, PAI teachers, religious leaders, and community figures. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document review, and analyzed using descriptive-qualitative methods. The results indicate that PAI plays a significant role in shaping youth understanding of Islamic muamalah principles, including honesty, justice, trustworthiness, and prohibitions against economic practices that violate sharia, such as riba, gharar, and maysir. The sharia economic literacy gained through PAI serves as a preventive measure against economic violations from the perspective of Islamic Criminal Law (fiqh jinayah), fostering self-control and legal awareness among youth. However, PAI implementation remains limited in practical financial management skills. Therefore, strengthening the curriculum and adopting more contextual and practical teaching methods are necessary to optimally and sustainably enhance sharia economic literacy among rural youth.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30