HUBUNGAN FAKTOR INTRINSIK DAN EKSTRINSIK KADER KESEHATAN TERHADAP PELAKSANAAN STBM PILAR 3 DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS BANDARAN
Kata Kunci:
Kader Kesehatan, Faktor Intrinsik, Faktor Ekstrinsik, Pilar 3 STBMAbstrak
Salah satu pilar penting dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAMM-RT). Pengelolaan air minum yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan penyakit seperti diare, disentri, typus, cholera, hepatitis a, dan penyakit kulit. Pengolahan makanan yang tidak tepat memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan dan dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan. salah satu faktor pendukung berjalannya program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) adalah kader kesehatan. Rumusan penelitian ini adalah adakah hubungan faktor intrinsik dan ekstrinsik kader kesehatan terhadap pelaksanaan STBM Pilar 3 di Wilayah Kerja Puskesmas Bandaran?.Penelitian ini menggunakan penelitian analitik observasional dengan pengumpulan data kuantitatif melalui pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 62 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling. Penelitian akan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bandaran yang terdiri dari 7 desa yaitu desa Bandaran, Kramat, Mangar, Terrak, Dabuan, Taro’an dan Larangan Slampar. Waktu pelaksanaan penelitian yaitu bulan Juni 2025 sampai bulan Juli 2025.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan kader tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan STBM Pilar 3. Sikap kader juga tidak terbukti berhubungan signifikan dengan pelaksanaan STBM Pilar 3. Hasil penelitian menemukan bahwa pelatihan memiliki hubungan signifikan dengan pelaksanaan STBM Pilar 3. Insentif yang diterima kader tidak berhubungan signifikan dengan pelaksanaan STBM Pilar 3. Ketersediaan sarana dan prasarana juga tidak menunjukkan hubungan signifikan dengan pelaksanaan STBM Pilar 3. Dukungan pemerintah terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan pelaksanaan STBM Pilar 3 (p value = 0,025). Artinya, semakin baik dukungan yang diberikan pemerintah, semakin tinggi pula keterlaksanaan program oleh kader.




