PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN GLOBALISASI DALAM PERSPEKTIF AL-QUR’AN

Penulis

  • Abdul Rasyid Suharto Pua Upa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II, Riau, Indonesia.
  • Kadar M. Yusuf Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II, Riau, Indonesia.

Kata Kunci:

Pendidikan Multikultural, Globalisasi, Al-Qur’an, Toleransi, Keragaman

Abstrak

Globalisasi menghadirkan intensitas interaksi lintas budaya, etnis, dan agama yang semakin tinggi, sehingga berpotensi menimbulkan konflik identitas apabila tidak diimbangi dengan pendidikan yang berorientasi pada toleransi dan keadilan. Artikel ini bertujuan mengkaji konsep pendidikan multikultural dan relevansinya dengan globalisasi dalam perspektif Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi kepustakaan dengan metode tafsir tematik (maudhu‘i). Sumber data meliputi ayat-ayat Al-Qur’an, tafsir klasik (al-Ṭabarī, Ibnu Katsīr, dan al-Qurṭubī), serta literatur akademik terkait pendidikan multikultural dan globalisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang keberagaman sebagai sunnatullah yang menjadi dasar etika pergaulan sosial dan global. Nilai-nilai Qur’ani yang relevan sebagai fondasi pendidikan multikultural meliputi kesetaraan martabat manusia, keadilan universal, toleransi (tasāmuḥ), kebebasan beragama, serta larangan diskriminasi dan superioritas etnis. Integrasi nilai-nilai tersebut dalam pendidikan berfungsi tidak hanya sebagai strategi menghadapi tantangan globalisasi, tetapi juga sebagai mandat moral Islam untuk membangun keadaban global yang damai dan berkeadilan. Dengan demikian, pendidikan multikultural dalam perspektif Al-Qur’an merupakan paradigma pendidikan Islam yang inklusif, kontekstual, dan relevan bagi masyarakat global yang majemuk.

Globalization brings with it an increasing intensity of interactions across cultures, ethnicities, and religions, potentially leading to identity conflicts if not balanced with education oriented toward tolerance and justice. This article aims to examine the concept of multicultural education and its relevance to globalization from a Qur'anic perspective. This research uses a qualitative-descriptive approach based on literature review using the thematic interpretation (maudhu'i) method. Data sources include Qur'anic verses, classical commentaries (al-Ṭabarī, Ibn Kathir, and al-Qurṭubī), and academic literature related to multicultural education and globalization. The results of the study indicate that the Qur'an views diversity as a divine law (sunnatullah), which forms the ethical basis for social and global interaction. Relevant Qur'anic values as the foundation of multicultural education include equal human dignity, universal justice, tolerance (tasāmuḥ), religious freedom, and the prohibition of discrimination and ethnic superiority. The integration of these values into education serves not only as a strategy to face the challenges of globalization but also as an Islamic moral mandate to build a peaceful and just global civilization. Thus, multicultural education, from a Qur'anic perspective, is an inclusive, contextual, and relevant Islamic educational paradigm for a diverse global society.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30