PENGARUH WORK-LIFE BALANCE DAN BURNOUT TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN GENERASI Z DI PERUSAHAAN SWASTA KOTA MAKASSAR
Kata Kunci:
Turnover Intention, Work-Life Balance, BurnoutAbstrak
Tingginya tingkat turnover intention pada karyawan Generasi Z yang bekerja di perusahaan swasta menjadi isu penting bagi perusahaan hal ini disebabkan karena karyawan Generasi Z menjadi kelompok yang mendominasi dunia kerja saat ini. Generasi Z memiliki ekspektasi tinggi terhadap fleksibilitas dan work-life balance namun juga rentan mengalami burnout karena tingginya tekanan kerja dan dinamika lingkungan kerja yang cepat berubah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan burnout terhadap turnover intention terhadap Generasi Z di perusahaan swasta kota Makassar. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan teknik snowball sampling, melibatkan 402 responden berusia 20-28 tahun, bekerja di perusahaan swasta dengan masa kerja 1-5 tahun. Instrumen penelitian meliputi skala turnover intention (α = 0,938), work-life balance (α = 0,976), burnout (α = 0,832). Analisis data menggunakan teknik analisis berganda dengan menggunakan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh negatif langsung signifikan terhadap turnover intention (estimate = -0,185; p < 0.05). Burnout berpengaruh positif langsung terhadap turnover intention (estimate = 0,462; p < 0.05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa work-life balance dan burnout secara bersama-sama dapat mempengaruhi turnover intention pada karyawan Generasi Z di perusahaan swasta kota Makassar dengan kontribusi yang diberikan sebesar 24,7%. Implikasi praktis meliputi upaya peningkatan kesejahteraan psikologis karyawan, pemberian pelatihan manajemen stres serta peningkatan fleksibilitas karyawan untuk menghindari indikasi turnover intention pada karyawan.




