PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN DESA WISATA SUDAJI BERBASIS TRI HITA KARANA
Kata Kunci:
Partisipasi Masyarakat, Desa Wisata Sudaji, Tri Hita Karana, Pemasaran BerkelanjutanAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Desa Wisata Sudaji berbasis kearifan lokal Tri Hita Karana. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara. Serta subjek penelitian ini yaitu kepala desa, ketua desa wisata dan masyarakat desa sudaji yang berjumlah 12 orang. Teknik analisis data menggunakan triangulasi Teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat terwujud dalam empat bentuk utama, yaitu partisipasi pemikiran, tenaga, keterampilan, dan harta benda. Masyarakat secara aktif berkontribusi melalui musyawarah desa, kerja bakti, pengelolaan sampah wisata, festival budaya, serta pengembangan kuliner, homestay, dan kerajinan lokal. Dukungan material juga diberikan dalam bentuk sumbangan semen, batu, maupun konsumsi untuk kegiatan bersama, meskipun jumlahnya masih terbatas. Model dari Seluruh bentuk partisipasi tersebut mencerminkan nilai-nilai Tri Hita Karana: Parahyangan (rasa syukur dan ketulusan), Pawongan (solidaritas sosial dan gotong royong), serta Palemahan (kepedulian terhadap lingkungan). Penelitian ini menyimpulkan bahwa partisipasi masyarakat yang berlandaskan Tri Hita Karana memperkuat keberlanjutan desa wisata, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari aspek sosial, budaya, dan ekologi. Model ini berpotensi menjadi rujukan bagi pengembangan desa wisata berkelanjutan di wilayah lain di Bali maupun Indonesia.
This study aims to describe community participation in the management of Sudaji Tourism Village based on the local wisdom of Tri Hita Karana. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through observations and interviews. The research subjects included the village head, the chairman of the tourism village, and 12 community members. Data analysis was conducted using technical and source triangulation. The results indicate that community participation manifests in four primary forms: ideas, labor, skills, and material assets. The community actively contributes through village meetings, communal work (gotong royong), tourism waste management, and cultural festivals, as well as the development of local culinary offerings, homestays, and crafts. Material support is also provided through donations of construction materials and food for communal activities, though still in limited quantities. These forms of participation reflect the values of Tri Hita Karana: Parahyangan (gratitude and sincerity), Pawongan (social solidarity), and Palemahan (environmental care). The study concludes that community participation rooted in Tri Hita Karana strengthens the sustainability of the tourism village not only economically but also socially, culturally, and ecologically. This model has the potential to serve as a reference for sustainable tourism village development across Bali and Indonesia.




