ANALISIS PENERAPAN STANDAR AKUNTASI PSAK 101 PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH DI KECAMATAN TELANAIPURA
Kata Kunci:
Filsafat Islam, Sejarah Pemikiran, Al-Kindi, Mulla Sadra, RasionalismeAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 101 pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi. PSAK 101 menjadi pedoman penting dalam penyusunan laporan keuangan syariah karena mengatur struktur, komponen, serta prinsip keterbukaan informasi bagi pemangku kepentingan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi pada sejumlah UMKM, khususnya di sektor kuliner yang mendominasi jumlah unit usaha di Kecamatan Telanaipura. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar UMKM belum mampu menyusun laporan keuangan sesuai PSAK 101. Pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana hanya sebatas pemasukan dan pengeluaran tanpa memperhatikan standar pelaporan, sehingga informasi yang dihasilkan kurang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan strategis. Faktor utama yang menjadi kendala adalah rendahnya pemahaman akuntansi, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, minimnya modal dan fasilitas pencatatan, serta kurangnya sosialisasi dan pelatihan terkait akuntansi syariah maupun PSAK 101. Meskipun demikian, beberapa pelaku UMKM mulai menyadari pentingnya laporan keuangan sebagai dasar evaluasi kinerja dan akses permodalan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan PSAK 101 pada UMKM di Kecamatan Telanaipura masih sangat terbatas. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi akuntansi, penyelenggaraan pelatihan dan pendampingan berkelanjutan dari pemerintah maupun akademisi, agar UMKM mampu menghasilkan laporan keuangan yang sesuai standar, transparan, dan bermanfaat dalam mendukung pertumbuhan usaha.
This study aims to analyze the implementation of the Statement of Financial Accounting Standards (PSAK) 101 in Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Telanaipura District, Jambi City. PSAK 101 serves as an important guideline for preparing Islamic financial statements, as it regulates the structure, components, and disclosure principles required by stakeholders. The research employs a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation involving several MSMEs, particularly in the culinary sector which dominates the number of business units in Telanaipura District. The findings reveal that most MSMEs have not been able to prepare financial statements in accordance with PSAK 101. Their bookkeeping practices remain simple, limited to recording income and expenses without adhering to standardized reporting formats, thus producing information that is less reliable for strategic decision-making. The main challenges include limited accounting knowledge, lack of competent human resources, restricted financial resources and bookkeeping facilities, as well as insufficient training and socialization regarding Islamic accounting and PSAK 101.Nevertheless, some MSME owners have begun to realize the importance of financial reporting as a basis for evaluating performance and accessing financial support. This study concludes that the implementation of PSAK 101 in MSMEs in Telanaipura is still very limited. Therefore, it is necessary to improve accounting literacy, provide continuous training and mentoring from the government and academia, so that MSMEs can produce standardized, transparent, and useful financial reports to support business growth.




