REFLEKSI IDEALISM: MEMBANGUN PENDIDIKAN KRISTEN YANG BERLANDASAN HAKIKAT REALITAS DAN TUJUAN MENJADI SERUPA KRISTUS

Penulis

  • Yuna Safira Baok Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Oyandrus Lafu Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Sarten Sae Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Desi Rizia Liu Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Selmi Arita Tefa Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Ireni Irnawati Pellokila Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Kasih, Kebenaran, Kristen, Kristus, Serupa

Abstrak

Refleksi tentang idealisme dalam pengembangan pendidikan Kristen dimulai dari pengertian bahwa pendidikan lebih dari sekadar perpindahan pengetahuan. Ia merupakan usaha untuk membentuk manusia secara menyeluruh berdasarkan sifat realitas dan tujuan akhir hidup Kristen, yaitu menjadi serupa dengan Kristus. Pendidikan Kristen harus didasarkan pada pemahaman bahwa realitas yang tertinggi adalah Allah sebagai sumber kebenaran, sehingga setiap aspek dalam proses pembelajaran diarahkan untuk membantu peserta didik mengenali, menghayati, dan mengamalkan nilai-nilai Injil. Dengan demikian, pendidikan Kristen tidak hanya fokus pada aspek intelektual, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan moralitas yang berlandaskan pada firman Tuhan. Tujuan untuk menjadi serupa dengan Kristus menuntut adanya perpaduan antara iman dan praktik dalam kehidupan sehari-hari. Para guru dan pendidik Kristen berfungsi sebagai teladan yang menunjukkan kasih, ketulusan, dan kerendahan hati dalam proses pembelajaran. Pendidikan Kristen yang ideal harus mampu menghadapi tantangan zaman sambil tetap setia pada prinsip-prinsip Alkitab, sehingga dapat melahirkan generasi yang kritis, kreatif, dan berkomitmen pada nilai-nilai kekekalan. Refleksi ini menekankan bahwa pendidikan Kristen yang sejati adalah pendidikan yang membentuk individu baru dalam Kristus, yang hidup dalam kebenaran, melayani sesama, dan memuliakan Allah. Dengan demikian, pendidikan Kristen berfungsi sebagai sarana transformasi yang mengarahkan manusia pada tujuan ilahi, yaitu keserupaan dengan Kristus.

Reflections on idealism in the development of Christian education begin with the understanding that education is more than simply the transfer of knowledge. It is an effort to shape the whole person based on the nature of reality and the ultimate goal of Christian life: to become like Christ. Christian education must be grounded in the understanding that the highest reality is God as the source of truth, so that every aspect of the learning process is directed toward helping students recognize, internalize, and practice Gospel values. Thus, Christian education focuses not only on intellectual aspects but also on character formation, spirituality, and morality grounded in God's Word. The goal of becoming like Christ demands a blend of faith and practice in daily life. Christian teachers and educators serve as role models, demonstrating love, sincerity, and humility in the learning process. Ideal Christian education must be able to face the challenges of our time while remaining faithful to biblical principles, thus producing a generation that is critical, creative, and committed to eternal values. This reflection emphasizes that true Christian education is one that forms new individuals in Christ, who live in truth, serve others, and glorify God. Thus, Christian education functions as a means of transformation that directs humans towards the divine goal, namely Christlikeness.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30