MENERAPKAN REALISME DALAM PENDIDIKAN: MENEMUKAN JEJAK KEBENARAN ALLAH DI DUNIA NYATA

Penulis

  • Jerliyati Klau Malik Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Roland Taneo Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Yuyan Sari Soge Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Risa Benu Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Serdi Berta Leo Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Ireni Irnawati Pellokila Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Kritis, Kebenaran, Karakter, Pendidikan, Realisme

Abstrak

Artikel ini mengkaji penerapan realisme dalam pendidikan sebagai metode strategis yang memungkinkan siswa untuk menelusuri dan menemukan jejak kebenaran Tuhan di kehidupan nyata. Realisme, sebagai suatu aliran pemikiran, menekankan pentingnya pengamatan dan pengalaman langsung sebagai sumber utama untuk memperoleh pengetahuan. Dalam ranah pendidikan, prinsip ini mendorong para pendidik untuk menyusun kurikulum yang tidak hanya sesuai dengan keadaan nyata, tetapi juga mendukung pembelajaran yang bersifat kontekstual dan praktis.Dengan menjelajahi fenomena alam, sosial, dan spiritual, siswa tidak hanya didorong untuk memahami teori-teori ilmiah, tetapi juga diajak untuk menggali nilai-nilai moral dan agama yang membimbing hidup mereka. Dengan menghubungkan materi pembelajaran dengan pengalaman nyata, para pendidik dapat menumbuhkan rasa ingin tahu dan memberikan makna yang lebih mendalam pada proses belajar. Artikel ini juga menekankan signifikansi penggabungan nilai-nilai keagamaan dalam proses pengajaran realistis. Penggunaan metode pengajaran yang fokus pada partisipasi aktif siswa dalam proses penemuan kebenaran dapat membangun karakter yang kokoh, meningkatkan keimanan, dan memperdalam hubungan mereka dengan Tuhan. Selain itu, cara ini memberi siswa kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif, yang sangat penting untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidup. Sebagai penutup, tulisan ini memberikan saran untuk penerapan metode pengajaran yang menggabungkan realisme dengan ajaran keyakinan, sehingga siswa dapat dengan jelas mengamati sifat Allah yang terlihat dalam aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, pendidikan yang berlandaskan pada realisme diharapkan dapat menghasilkan individu yang tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan moral yang kuat, siap memberikan kontribusi positif dalam masyarakat yang lebih luas.

This article examines the application of realism in education as a strategic method that enables students to explore and discover traces of God's truth in real life. Realism, as a school of thought, emphasizes the importance of direct observation and experience as the primary sources for acquiring knowledge. In the educational realm, this principle encourages educators to develop curricula that are not only aligned with real-life situations but also support contextual and practical learning.By exploring natural, social, and spiritual phenomena, students are not only encouraged to understand scientific theories but are also encouraged to explore the moral and religious values that guide their lives. By connecting learning materials to real-life experiences, educators can foster curiosity and provide deeper meaning to the learning process. This article also emphasizes the significance of incorporating religious values into the realistic teaching process. Using teaching methods that focus on students' active participation in the process of discovering truth can build strong character, enhance their faith, and deepen their relationship with God. Furthermore, this approach provides students with the opportunity to develop critical, analytical, and reflective thinking skills, which are crucial for facing life's challenges. In closing, this paper offers suggestions for implementing teaching methods that combine realism with the teachings of faith, so that students can clearly observe God's nature as seen in everyday activities. Therefore, education based on realism is expected to produce individuals who are not only academically proficient but also possess strong spiritual and moral depth, ready to make positive contributions to the wider community.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30