ALIRAN ESSENSIALISME DAN REKONSTRUKSIONISME SEBAGAI ALIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN
Kata Kunci:
Essensialisme, Rekonstruksionisme Sosial, Filsafat PendidikanAbstrak
Esensialisme dan rekonstruksionisme merupakan dua aliran penting dalam filsafat pendidikan yang memiliki pengaruh besar terhadap arah dan praktik pendidikan. Esensialisme menekankan pentingnya penguasaan pengetahuan dasar, nilai-nilai universal, serta kedisiplinan intelektual sebagai fondasi utama pendidikan. Sementara itu, rekonstruksionisme memandang pendidikan sebagai sarana strategis untuk melakukan perubahan dan pembaruan sosial menuju masyarakat yang lebih adil dan demokratis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep, landasan filosofis, tokoh, serta implikasi kedua aliran tersebut dalam praktik pendidikan. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis berdasarkan jurnal dan dokumen ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun esensialisme dan rekonstruksionisme memiliki perbedaan mendasar dalam orientasi tujuan pendidikan, keduanya dapat saling melengkapi dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini
Essentialism and reconstructionism are two important schools of thought in educational philosophy that have a significant influence on the direction and practice of education. Essentialism emphasizes the importance of mastering basic knowledge, universal values, and intellectual discipline as the primary foundation of education. Meanwhile, reconstructionism views education as a strategic means for social change and renewal toward a more just and democratic society. This article aims to examine the concepts, philosophical foundations, figures, and implications of these two schools of thought for educational practice. The method used is a literature review with a descriptive-analytical approach based on relevant journals and scientific documents. The results of the study indicate that although essentialism and reconstructionism have fundamental differences in their orientation to educational goals, they can complement each other in addressing today's educational challenges.




