MAKNA EKSISTENSI MANUSIA MENURUT PEMIKIRAN JEAN-PAUL SARTRE
Kata Kunci:
Eksistensialisme, Eksistensi Manusia, Jean-Paul Sartre, KebebasanAbstrak
Jean-Paul Sartre merupakan tokoh utama filsafat eksistensialisme yang menekankan kebebasan dan tanggung jawab manusia dalam menentukan makna hidupnya. Pemikiran Sartre lahir sebagai kritik terhadap pandangan filsafat klasik dan religius yang menganggap manusia memiliki hakikat atau esensi yang telah ditentukan sejak awal. Melalui prinsip “eksistensi mendahului esensi”, Sartre menegaskan bahwa manusia pertama-tama ada, kemudian membentuk dirinya melalui pilihan dan tindakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna eksistensi manusia menurut pemikiran Jean-Paul Sartre serta implikasinya bagi kehidupan manusia modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa bagi Sartre, makna eksistensi manusia tidak berasal dari luar dirinya, melainkan diciptakan secara sadar melalui kebebasan, tanggung jawab, dan hidup yang autentik.
Jean-Paul Sartre is a leading figure in existentialist philosophy, emphasizing human freedom and responsibility in determining the meaning of life. Sartre's thinking emerged as a critique of classical and religious philosophical views that assume humans have a predetermined nature or essence. Through the principle of "existence precedes essence," Sartre asserts that humans first exist and then shape themselves through choices and actions. This study aims to examine the meaning of human existence according to Jean-Paul Sartre's thinking and its implications for modern human life. The method used is a literature review with a descriptive-analytical approach. The results of the study indicate that for Sartre, the meaning of human existence does not originate from outside the individual but is consciously created through freedom, responsibility, and authentic living.




