PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI IBU DALAM PENCEGAHAN STUNTING UNTUK MEWUJUDKAN GENERASI HEBAT MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN DI DESA GUNUNGSARI, KABUPATEN CIANJUR TAHUN 2025

Penulis

  • Irma Muylani Institut Kesehatan Rajawali
  • Rika Rahayu Institut Kesehatan Rajawali
  • Putri Adinda Lestari Institut Kesehatan Rajawali
  • Risma Anjani Pratiwi Institut Kesehatan Rajawali
  • Intan Permatasari Institut Kesehatan Rajawali
  • Sifanni Tri Rahmania Institut Kesehatan Rajawali
  • Arinda Nikita Yusuf Institut Kesehatan Rajawali

Kata Kunci:

Stunting, Gizi Seimbang, 1000 HPK, Ibu Dan Anak, Penyuluhan Kesehatan

Abstrak

Latar Belakang : Masalah gizi yang ada di Indonesia masih ditandai oleh tingginya angka stunting yang berpengaruh pada pertumbuhan fisik serta perkembangan kognitif anak-anak. Di Desa Gunungsari, Kabupaten Cianjur, tercatat pada tahun 2025 ada 29 balita yang mengalami stunting, yang disebabkan oleh kurangnya pemahaman keluarga tentang pola makan yang seimbang dan signifikansinya dalam periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan : Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran ibu hamil, ibu yang memiliki anak di bawah dua tahun (baduta), serta pasangan usia subur (PUS) mengenai pencegahan stunting melalui edukasi pola makan yang seimbang. Metode : Intervensi dilaksanakan melalui penyuluhan kesehatan dengan menerapkan metode ceramah interaktif, penggunaan leaflet, dan permainan edukatif "Isi Piringku" bagi 21 responden di Kampung Cibodas. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Hasil : Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan responden yang signifikan dari kategori Baik (78,92%) sebelum tes menjadi kategori Sangat Baik (91,14%) setelah tes. Responden mulai menyadari pentingnya asupan protein hewani, pemberian ASI eksklusif, serta pengawasan perkembangan anak di Posyandu. Meski begitu, masalah ekonomi dan tingkat pendidikan masih menjadi halangan dalam menerapkan praktik gizi sehari-hari. Kesimpulan : Penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi masyarakat, namun diperlukan pendidikan yang berkelanjutan dan pendampingan praktis yang berbasis pada bahan pangan lokal untuk memastikan adanya perubahan perilaku yang konsisten dalam pencegahan stunting.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30