PENERAPAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME DALAM KURIKULUM MERDEKA

Penulis

  • Marla Sridewi Mboro Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Chintia Anggraini Sanu Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Maxen Anderias Muli Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Maria Helda Irene Bansole Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Ireni Irawati Pelokila Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

Filsafat, Penerapan, Progresivisme, Kurikulum Merdeka

Abstrak

Penerapan filsafat pendidikan progresivisme dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih berpusat pada siswa, mendorong pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Progresivisme menekankan pentingnya pengalaman langsung dan pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui proyek-proyek nyata dan diskusi. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka secara lebih mandiri, dengan guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses pembelajaran. Melalui pendekatan berbasis proyek, kolaborasi, dan penilaian otentik, Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai strategi yang dapat diadopsi oleh pendidik untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip progresivisme, seperti penggunaan metode pembelajaran aktif dan pemberian kebebasan dalam memilih materi. Implementasi filsafat progresivisme menghadirkan beberapa tantangan, termasuk kesiapan guru dalam mengadopsi peran baru, penyesuaian kurikulum yang relevan dengan konteks lokal, serta kebutuhan akan sumber daya yang memadai. Namun, penerapan ini juga menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menghasilkan lulusan yang lebih adaptif, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah kompleks. Penelitian ini menyoroti bagaimana penerapan filsafat progresivisme dalam Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mengembangkan keterampilan abad 21, dan mempersiapkan mereka untuk tantangan masa depan. Oleh karena itu, penting untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan pendekatan ini agar selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan nasional.

The application of progressive education philosophy in the Merdeka Curriculum aims to create a more student-centered education system that encourages active and contextual learning. Progressivism emphasizes the importance of direct experience and the development of critical thinking skills through real projects and discussions. In the context of the Merdeka Curriculum, this approach allows students to explore their interests and talents more independently, with teachers acting as facilitators who guide the learning process. Through a project-based approach, collaboration, and authentic assessment, the Merdeka Curriculum provides space for students to explore their interests and talents. This study identifies various strategies that educators can adopt to integrate the principles of progressivism, such as the use of active learning methods and giving students freedom in choosing materials. The implementation of progressivism presents several challenges, including the readiness of teachers to adopt new roles, the adaptation of curricula relevant to the local context, and the need for adequate resources. However, this implementation also offers great opportunities to improve the quality of education by producing graduates who are more adaptive, creative, and capable of solving complex problems. This study highlights how the application of the philosophy of progressivism in the Merdeka Curriculum can increase student motivation, develop 21st-century skills, and prepare them for future challenges. Therefore, it is important to continue to evaluate and develop this approach so that it is in line with the times and national educational needs.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30