ASUHAN AKUPUNKTUR PADA PENDERITA BELL'S PALSY DI LABORATORIUM AKUPUNTUR ITSK RS DR. SOEPRAOEN MALANG
Kata Kunci:
AkupunktAbstrak
Bell's palsy adalah salah satu kelainan neurologis paling umum yang menyerang saraf kranial, dan merupakan penyebab paling umum kelumpuhan wajah di seluruh dunia. Bell’s palsy dalam tingkat pemulihannya tidak semudah pada umumnya, walaupun sudah diberikan obat dan terapi, yang mengakibatkan penderita mengalami cacat yang permanen. Dalam beberapa kasus langka pasien yang tidak dapat pulih total harus menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan. Namun kini, operasi tersebut tidak lagi dianjurkan, sehingga diperlukan alternatif terapi lain seperti Akupunktur. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan melibatkan seorang partisipasi laki-laki berumur 28 tahun. Asuhan Akupunktur dilakukan di Laboratorium Akupunktur ITSK RS dr. Soepraoen Malang sebanyak 6 kali sesi terapi pada tanggal 14 April 2025 sampai dengan 25 April 2025. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara: Pengamatan (Wang), Pendengaran dan Penciuman (Wen), Wawancara (Wen), dan Palpasi (Qie) disertai studi dokumentasi. Setelah dilakukan Asuhan Akupunktur menunjukkan hasil yang baik, yaitu: wajah sudah tidak mencong dan tidak tampak asimetri wajah, tidak terdapat kelumpuhan, serta gerakan otot wajah sudah kembali normal, mata dapat menutup dengan baik dan tidak lambat, wajah sudah tidak terasa kaku maupun kebas, keluhan lain seperti sakit kepala, kram, kebas, dan kesemutan pada ekstremitas sudah tidak dirasakan, dan sudah bisa beraktivitas dengan normal. Diharapkan hasil penelitian studi kasus ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi Akupunktur Terapis dalam memberikan Asuhan Akupunktur untuk menangani pasien Bell''s Palsy. Kepada partisipan penderita Bell’s Palsy disarankan untuk menghindari terpapar secara langsung oleh AC ataupun kipas angin saat bekerja, gunakan pakaian yang tebal atau penutup kepala saat bekerja dibawah atau pada saat terpapar AC atau kipas angin. Kompres wajah dengan air hangat saat malam sebelum tidur.




