PENERAPAN PRINSIP KEJUJURAN DAN AMANAH DALAM PRKATIK BISNIS PERSPEKTIF ETIKA BISNIS ISLAM

Penulis

  • Auliya Ashari Universitas Trunodjoyo Madura
  • Suci Auliya Universitas Trunodjoyo Madura
  • Wafiroh Faidatin Ni'mah Universitas Trunodjoyo Madura

Kata Kunci:

Kejujuran, Amanah, Etika Bisnis Islam, Praktik Usaha, Kepercayaan Konsumen

Abstrak

Kegiatan berdagang bukan sekadar soal mencari keuntungan, melainkan juga bagaimana pelaku usaha menjalankan perekonomian secara bertanggung jawab serta berlandaskan nilai-nilai moral. Dalam Islam, dua prinsip utama yang wajib dipegang teguh dalam setiap transaksi adalah kejujuran dan amanah. Kejujuran berarti menyampaikan keterangan yang benar dan tidak menyesatkan pihak lain, sedangkan amanah adalah kemampuan menjaga kepercayaan yang diberikan serta menunaikan segala kewajiban. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kedua prinsip tersebut diterapkan dalam dunia usaha dan peranannya dalam membangun kepercayaan pelanggan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa penelitian kepustakaan. Sumber data diambil dari artikel jurnal serta buku yang berkaitan dengan etika bisnis Islam, kejujuran, amanah, praktik perdagangan, dan kepercayaan konsumen. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menghubungkan konsep kejujuran dan amanah ke dalam berbagai aktivitas usaha. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejujuran dapat diwujudkan dengan menyampaikan keterangan barang apa adanya, menetapkan harga secara terbuka, menjaga kualitas, menyajikan promosi yang jujur, serta menjauhi segala bentuk penipuan. Sementara itu, amanah tampak dari menepati janji, melaksanakan kesepakatan, menjaga mutu produk, memberikan pelayanan yang baik, serta bertanggung jawab kepada konsumen. Apabila kedua prinsip ini diterapkan secara konsisten, kepercayaan pelanggan akan tumbuh dan hubungan usaha menjadi lebih baik. Dengan demikian, kejujuran dan amanah bukan sekadar nilai agama, melainkan fondasi bagi praktik usaha yang bermoral, profesional, dan mampu bertahan jangka panjang.

Trading is not merely about profit-seeking; it also concerns how business actors conduct economic activities responsibly and based on moral values. In Islam, two fundamental principles that must be steadfastly upheld in every transaction are honesty and trustworthiness (trustworthy). Honesty entails providing truthful information without misleading others, while trustworthiness involves upholding the trust placed in one and fulfilling all obligations. This study aims to examine how these two principles are applied in the business world and their role in building customer trust. A qualitative approach utilizing library research was employed for this study. Data sources were drawn from journal articles and books concerning Islamic business ethics, honesty, trustworthiness, trading practices, and consumer trust. A descriptive-analytical analysis was conducted by linking the concepts of honesty and trustworthiness to various business activities. The findings indicate that honesty can be demonstrated by accurately describing goods, setting transparent prices, maintaining quality, engaging in honest promotion, and avoiding all forms of deception. Meanwhile, trustworthiness is reflected in keeping promises, honoring agreements, maintaining product quality, providing good service, and acting responsibly toward consumers. Consistent application of these principles fosters customer trust and improves business relationships. Thus, honesty and trustworthiness are not merely religious values but serve as the foundation for ethical, professional, and sustainable business practices.

Unduhan

Diterbitkan

2026-10-31