PENERAPAN FILSAFAT PENDIDIKAN PROGRESIVISME DALAM KURIKULUM MERDEKA
Kata Kunci:
Filsafat, Penerapan, Progresivisme, Kurikulum MerdekaAbstrak
Penerapan filsafat pendidikan progresivisme dalam Kurikulum Merdeka bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih berpusat pada siswa, mendorong pembelajaran yang aktif dan kontekstual. Progresivisme menekankan pentingnya pengalaman langsung dan pengembangan keterampilan berpikir kritis melalui proyek-proyek nyata dan diskusi. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pendekatan ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka secara lebih mandiri, dengan guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing proses pembelajaran. Melalui pendekatan berbasis proyek, kolaborasi, dan penilaian otentik, Kurikulum Merdeka memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka. Penelitian ini mengidentifikasi berbagai strategi yang dapat diadopsi oleh pendidik untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip progresivisme, seperti penggunaan metode pembelajaran aktif dan pemberian kebebasan dalam memilih materi. Implementasi filsafat progresivisme menghadirkan beberapa tantangan, termasuk kesiapan guru dalam mengadopsi peran baru, penyesuaian kurikulum yang relevan dengan konteks lokal, serta kebutuhan akan sumber daya yang memadai. Namun, penerapan ini juga menawarkan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan menghasilkan lulusan yang lebih adaptif, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah kompleks. Penelitian ini menyoroti bagaimana penerapan filsafat progresivisme dalam Kurikulum Merdeka dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mengembangkan keterampilan abad 21, dan mempersiapkan mereka untuk tantangan masa depan. Oleh karena itu, penting untuk terus mengevaluasi dan mengembangkan pendekatan ini agar selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan nasional.




