ALIH KODE DALAM BUKU CERPEN PARUMAN BETARA KARYA I WAYAN SADHA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK
Kata Kunci:
Sosiolinguistik, Kontak Bahasa, Pupulan CerpenAbstrak
Penelitian ini mengkaji fenomena alih kode (code switching) dalam buku kumpulan cerpen Paruman Betara karya I Wayan Sadha dengan pendekatan sosiolinguistik. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan wujud alih kode dan fungsi alih kode yang terdapat dalam lima cerpen terpilih dari kumpulan tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen dan studi pustaka. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan penarikan simpulan. Teori yang digunakan adalah Tipologi Pinjaman Bahasa dari Einar Haugen serta Tipologi Alih Kode dari Blom dan Gumperz untuk menganalisis wujud alih kode, dan Teori Fungsi Bahasa dari M.A.K. Halliday untuk menganalisis fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dalam kumpulan cerpen Paruman Betara terbagi menjadi dua wujud utama, yaitu: (1) alih kode internal yang mencakup peralihan antarbahasa Bali dengan variasi tingkat tutur (sor singgih basa) dan peralihan ke bahasa Indonesia; dan (2) alih kode eksternal yang melibatkan unsur bahasa asing seperti bahasa Inggris dan bahasa Jawa. Di samping itu, ditemukan pula fenomena campur kode (code mixing) serta tipologi multilingual berupa ekabahasawan dan dwibahasawan. Adapun fungsi alih kode yang ditemukan meliputi fungsi instrumental, regulasi, representasional, interaksional, personal, heuristik, dan imajinatif. Penelitian ini menegaskan bahwa alih kode dalam karya sastra Bali modern bukan sekadar fenomena linguistik, melainkan representasi dinamika sosial, budaya, dan identitas masyarakat Bali kontemporer.
This study examines the phenomenon of code switching in the short story anthology Paruman Betara by I Wayan Sadha through a sociolinguistic approach. The research aims to describe the forms and functions of code switching found in five selected short stories from the collection. A qualitative descriptive method was employed, with data collected through document study and literature review. Data were analyzed through stages of reduction, display, verification, and conclusion drawing. The study applies the Loan Typology Theory by Einar Haugen and Code Switching Typology by Blom and Gumperz to analyze the forms of code switching, and M.A.K. Halliday's Language Function Theory to analyze its functions. The results reveal that code switching in Paruman Betara manifests in two main forms: (1) internal code switching, encompassing shifts within Balinese language varieties (sor singgih basa) and switches to Indonesian; and (2) external code switching involving foreign language elements such as English and Javanese. Additionally, code mixing phenomena and multilingual typologies (monolingual and bilingual) were identified. The functions of code switching include instrumental, regulatory, representational, interactional, personal, heuristic, and imaginative functions. This research affirms that code switching in modern Balinese literary works is not merely a linguistic phenomenon but represents the social, cultural, and identity dynamics of contemporary Balinese society.




