TRADISI NENDOK BATUR MASYARAKAT ETNIS PASER PEMBESI DI KABUPATEN PASER TAHUN 1997–2002
Kata Kunci:
Nendok Batur, Etnis Paser Pembesi, Tradisi Kematian, Perubahan Sosial EkonomiAbstrak
Penelitian ini mengkaji tradisi Nendok Batur pada masyarakat Etnis Paser Pembesi di Kabupaten Paser pada tahun 1997–2002. Tradisi Nendok Batur merupakan ritual pemasangan batu nisan (batur mesan) sebagai bentuk penghormatan kepada orang yang telah meninggal dunia sekaligus penanda identitas keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui asal-usul tradisi, makna dan nilai, serta perubahan sosial dan ekonomi yang memengaruhi pelaksanaannya ritual tersebut. Adapun yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Sementara itu, teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nendok Batur telah dilaksanakan secara turun-temurun dan memiliki makna spiritual, sosial, dan budaya. Pada periode 1997–2002 terjadi perubahan sosial ekonomi yang berdampak pada penyesuaian pelaksanaan tradisi, seperti penggunaan bahan nisan modern dan penyederhanaan beberapa tahapan ritual. Namun demikian, makna dan nilai tetap dipertahankan oleh masyarakat sebagai bagian dari identitas Budaya masyarakat Etnis Paser Pembesi di Kabupaten Paser.
This study examines the Nendok Batur tradition among the Paser Pembesi ethnic group in Paser Regency from 1997 to 2002. The Nendok Batur tradition is a ritual of installing a tombstone (batur mesan) as a form of respect for the deceased and as a marker of family identity. This study aims to determine the origins of the tradition, its meaning and values, as well as the social and economic changes that influence its implementation. The historical method used in this study includes heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. Meanwhile, data collection techniques were obtained through interviews with traditional and community leaders, as well as documentation studies. The results of the study indicate that the Nendok Batur tradition has been carried out for generations and has spiritual, social, and cultural significance. In the period 1997 to 2002, socio-economic changes occurred that impacted the implementation of the tradition, such as the use of modern tombstone materials and the simplification of several ritual stages. However, the meaning and values are still maintained by the community as part of the cultural identity of the Paser Pembesi ethnic group in Paser Regency.




