DESAIN SOLUSI INOVATIF UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN PENGGUNA LAPAK ASIK BPJS KETENAGAKERJAAN DENGAN METODE DESIGN THINKING
Kata Kunci:
Design Thinking, Lapak Asik, Pengalaman Pengguna, Platform Digital, Solusi InovatifAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan solusi inovatif yang dapat meningkatkan pengalaman pengguna pada platform digital Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan. Meskipun memiliki potensi besar untuk mempermudah akses layanan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan yang menghambat efektivitas dan kenyamanan pengguna. Metode Design Thinking digunakan dalam penelitian ini untuk memahami tantangan yang dihadapi oleh pengguna dan menciptakan solusi berbasis pada kebutuhan mereka. Pendekatan Design Thinking melalui lima tahap proses — Empathize, Define, Ideate, Prototyping, Testing,— namun pada penelitian ini, proses Design Thinking yang dilakukan hanya sampai pada tahap prototipe. Proses Design Thinking pada penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi masalah-masalah utama yang dirasakan oleh pengguna dan diakhiri dengan menghasilkan desain solusi inovatif yang dapat memperbaiki pengalaman pengguna secara keseluruhan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan lebih lanjut aplikasi Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan dan meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Melalui wawancara dalam bentuk kuesioner dari 39 responden penelitian yang berasal peserta yang pernah klaim menggunakan platform digital lapak asik dan pernah klaim secara manual. skala kuesioner wawancara yang digunakan adalah skala rating 1-5, sebagai expert judgement. Lebih lanjut dari hasil wawancara, responden mengidentifikasi beberapa hambatan yang dihadapi pengguna platform digital lapak asik BPJS Ketenagakerjaan seperti keamanan data, belum terbiasa dengan digital, belum semua pengguna memiliki hp android, kenyaman tatap muka, kepemilikan perangkat yang tidak support, tidak tahu cara penggunaan lapak asik, dll. Dengan pendekatan Design Thinking, chatbot dan materi video interaktif merupakan solusi mengatasi permasalahan rendahnya pengguna lapak asik dan seiring waktu dengan trial error pengujian dapat memberikan perbaikan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
This study aims to develop innovative solutions that can improve user experience on the Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan digital platform. Although it has great potential to facilitate access to services for BPJS Ketenagakerjaan participants, it still faces a number of problems that hinder the effectiveness and convenience of users. The Design Thinking method is used in this study to understand the challenges faced by users and create solutions based on their needs. The Design Thinking approach goes through a five-stage process — Empathize, Define, Ideate, Prototyping, Testing, — but in this study, the Design Thinking process carried out only reaches the prototype stage. The Design Thinking process in this study begins by identifying the main problems felt by users and ends by producing an innovative solution design that can improve the overall user experience. The results of this study are expected to contribute to the further development of the Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan application and improve the quality of services provided. Through interviews in the form of questionnaires from 39 research respondents who came from participants who had claimed using the Lapak Asik digital platform and had claimed manually. The interview questionnaire scale used was a rating scale of 1-5, as an expert judgment. Furthermore, from the interview results, respondents identified several obstacles faced by users of the Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan digital platform such as data security, not being familiar with digital, not all users have an Android phone, face-to-face comfort, ownership of devices that are not supported, not knowing how to use Lapak Asik, etc. With the Design Thinking approach, chatbots and interactive video materials are solutions to overcome the problem of low Lapak Asik users and over time with trial and error testing can provide improvements according to user needs




