KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN KOMUNITAS SENI DALAM PELESTARIAN SENI SUNDA DI KOTA BANDUNG TAHUN 2024
Kata Kunci:
Kerjasama Pemerintah, Seni Sunda, Pelestarian BudayaAbstrak
Kerjasama antara pemerintah dan komunitas seni Sunda di Kota Bandung memainkan peran krusial dalam pelestarian seni dan budaya tradisional, khususnya seni drama Sunda. Melalui penyelenggaraan Festival Drama Basa Sunda (FDBS) XXII, pemerintah memberikan dukungan berupa dana dan fasilitas untuk memperkuat komunitas seni, serta meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kesenian lokal. Kolaborasi ini juga berfokus pada pengembangan branding Kota Bandung sebagai kota kreatif melalui media sosial, mempromosikan seni dan budaya Sunda kepada publik yang lebih luas. Pemerintah Kota Bandung turut membangun infrastruktur budaya, seperti Teras Sunda Cibiru, yang menjadi pusat pengembangan seni tradisional dan modern. Langkah-langkah strategis pemerintah, termasuk pembangunan fasilitas budaya, pemberian penghargaan, dan pemanfaatan teknologi, mendukung kelestarian budaya lokal dan memperkenalkan seni Sunda kepada generasi muda. Meski demikian, tantangan seperti kurangnya fasilitas dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian seni tradisional tetap menjadi hambatan yang harus diatasi. Upaya edukasi dan kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan masyarakat sangat penting untuk memastikan kelestarian dan pengembangan seni Sunda di masa depan.
The collaboration between the government and the Sundanese arts community in the city of Bandung plays a crucial role in the preservation of traditional arts and culture, particularly Sundanese drama. Through the organization of the 22nd Sundanese Language Drama Festival (FDBS), the government provides support in the form of funding and facilities to strengthen the arts community and increase public appreciation of local arts. This collaboration also focuses on the development of Bandung's branding as a creative city through social media, promoting Sundanese arts and culture to a broader audience. The Bandung city government has also built cultural infrastructure, such as Teras Sunda Cibiru, which serves as a hub for the development of both traditional and modern arts. The government's strategic steps, including the development of cultural facilities, the provision of awards, and the utilization of technology, support the preservation of local culture and introduce Sundanese arts to younger generations. However, challenges such as the lack of facilities and the public's limited awareness of the importance of preserving traditional arts remain obstacles that need to be addressed. Educational efforts and collaboration between the government, arts communities, and the public are essential to ensure the preservation and development of Sundanese arts in the future.




