PERSPEKTIF SOSIOLOGIS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENEGAKAN HUKUM DI DESA NOELMINA, KECAMATAN TAKARI, KABUPATEN KUPANG
Kata Kunci:
Pencurian Ternak, Kemiskinan, Kesadaran Hukum, Penegakan Hukum, Pembangunan PedesaanAbstrak
Penelitian ini mengkaji kasus pencurian ternak di Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, yang melibatkan S.G., seorang petani dengan pendidikan dan sumber daya ekonomi terbatas. Studi ini menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejahatan, termasuk kemiskinan, kurangnya akses terhadap pendidikan dan peluang ekonomi, serta kesadaran hukum yang rendah. Penelitian ini juga mengevaluasi efektivitas penegakan hukum dalam menangani kasus tersebut dan mengeksplorasi peran pemerintah dan organisasi non-pemerintah dalam mengatasi masalah sosial dan ekonomi serta mempromosikan kesadaran hukum di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kompleksitas sosial, ekonomi, dan hukum pencurian ternak di daerah pedesaan dan untuk memberikan rekomendasi pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
This research examines the case of livestock theft in Noelmina Village, Takari District, Kupang Regency, involving S.G., a farmer with limited education and economic resources. The study analyzes the factors contributing to the crime, including poverty, lack of access to education and economic opportunities, and low legal awareness. It also evaluates the effectiveness of law enforcement in addressing the case and explores the role of government and non-governmental organizations in addressing social and economic problems and promoting legal awareness in the region. The research aims to provide a comprehensive understanding of the social, economic, and legal complexities of livestock theft in rural areas and to propose recommendations for preventing similar incidents in the future.




