PEMANFAATAN EKSTRAK DAUN BANDOTAN (AGERATUM CONYZOIDES L.) DALAM FORMULASI FACIAL WASH

Penulis

  • Nurul Mutmainnah Universitas Bumigora
  • Sri Winarni Sofya Universitas Bumigora
  • Lalu Busyairi Muhsin Universitas Bumigora

Kata Kunci:

Daun Bandotan, Facial Wash, Karakteristik Fisik, Stabilitas Dan Kosmetik

Abstrak

Tanaman bandotan (Ageratum conyzoides L.) dikenal memiliki kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, saponin, dan alkaloid yang berpotensi sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun bandotan ke dalam sediaan facial wash serta mengevaluasi karakteristik fisik dan stabilitas formulanya. Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan dalam tiga variasi yaitu 0,15 gr (F1), 0,25 gr (F2), dan 0,5 gr  (F3). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, pH, stabilitas busa, daya sebar dan viskositas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memiliki bentuk cair kental dengan warna dan aroma khas tergantung konsentrasi ekstrak. Formula F2 (0,25 gr) menunjukkan karakteristik paling optimal dengan pH yang sesuai (4,5–7,8), viskositas sedang, daya sebar baik, dan busa yang cukup stabil. Sementara itu, peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan warna lebih gelap dan viskositas lebih tinggi, namun dapat menurunkan kestabilan fisik dan penampilan sediaan. Disarankan untuk mempertimbangkan proses penghilangan klorofil guna memperbaiki penampilan warna sediaan serta melakukan uji antibakteri dan uji iritasi kulit untuk mendukung klaim manfaat dan keamanan produk.

Ageratum conyzoides L., commonly known as bandotan, is known to contain active compounds such as flavonoids, tannins, saponins, and alkaloids, which have potential antibacterial and anti-inflammatory properties. This study aimed to formulate bandotan leaf extract into a facial wash preparation and to evaluate its physical characteristics and formulation stability. The extract was obtained through maceration using 96% ethanol and formulated into three variations: 0.15 g (F1), 0.25 g (F2), and 0.5 g (F3). The evaluation included organoleptic testing, pH, foam stability, spreadability, and viscosity tests. The results showed that all formulations exhibited a thick liquid form with characteristic color and aroma depending on the extract concentration. Formula F2 (0.25 g) demonstrated the most optimal characteristics with an appropriate pH range (4.5–7.8), moderate viscosity, good spreadability, and relatively stable foam. Meanwhile, higher extract concentrations resulted in darker color and increased viscosity but tended to reduce physical stability and appearance. It is recommended to consider chlorophyll removal to improve the appearance of the formulation and to conduct antibacterial and skin irritation tests to support the product's benefit and safety claims.

Unduhan

Diterbitkan

2025-08-30