SENI LUKIS SEBAGAI MEDIA UNTUK MENYAMPAIKAN SUASANA FEVER DREAM
Kata Kunci:
Fever Dream, Surealis, Seni LukisAbstrak
Karya lukis ini mengangkat pengalaman pribadi pengkarya dalam mengalami fever dream sebagai ide dalam penciptaan karya seni lukis. Fever dream yaitu mimpi yang timbul ketika kondisi tubuh mengalami demam tinggi, ditandai oleh sensasi visual yang intens, absurditas, serta ketidakstabilan ruang dan waktu. Pengalaman ini kemudian dihadirkan ke dalam bentuk visual melalui pendekatan seni lukis figuratif dengan gaya surealisme. Pendekatan figuratif digunakan untuk mempertahankan bentuk-bentuk yang dapat dikenali, sementara unsur surealis merepresentasikan suasana mimpi yang ganjil, tak logis, dan penuh ketegangan emosional. Metode penciptaan dilakukan melalui beberapa tahap: tahap persiapan yang melibatkan pemilihan dan pembuatan gambar acuan, tahap perancangan yang mencakup pembuatan sketsa alternatif, dan tahap pembuatan karya. Dalam proses penciptaan, diterapkan unsur rupa dan prinsip-prinsip rupa. Bentuk karya yang di hasilkan berupa visual dari apa yang pengkarya rasakan ketika mengalami “fever dream” Karya ini direalisasikan dalam bentuk lima buah seni lukis dengan masing-masing judul: “Liku Halu,” “Fear I,” “Lumpuh,” “Fear II,” “ Tumble,.
This painting draws on the artist's personal experience of experiencing a fever dream as the inspiration for the artwork. A fever dream is a dream that occurs when the body experiences a high fever, characterized by intense visual sensations, absurdity, and instability of space and time. This experience is then presented in visual form through a figurative painting approach in the surrealist style.The figurative approach is used to maintain recognizable forms, while surreal elements represent the strange, illogical, and emotionally tense atmosphere of the dream. The creative method is carried out through several stages: the preparation stage, which involves selecting and creating reference images; the design stage, which includes creating alternative sketches; and the actual production stage. Throughout the creative process, visual elements and principles are applied. The resulting artwork is a visual representation of the artist's experiences during the fever dream. This work is realized in the form of five paintings, each with the following titles: "Liku Halu," "Fear I," "Lumpuh," "Fear II," and "Tumble.