KEMATIAN DAN KEAGUNGAN: PERJALANAN ROH MENUJU KEMULIAAN ABADI DALAM TEOLOGI KATOLIK

Penulis

  • Febryanus Sewut Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Vinsensius Dave Arlando Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero
  • Adrianus Ovin Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero

Kata Kunci:

Kematian, Jiwa, Teologi Katolik, Surga, Api Penyucian, Kehidupan Kekal, Kebangkitan

Abstrak

Kematian dalam pandangan Teologi Katolik bukanlah akhir dari eksistensi manusia, melainkan sebuah tahap transisi menuju kehidupan yang kekal bersama Allah. Tulisan ini menguraikan perjalanan roh manusia setelah kematian, berdasarkan ajaran Gereja Katolik, yang mencakup pengadilan partikular, kemungkinan pemurnian di api penyucian, dan harapan akan kemuliaan abadi di surga. Dengan merujuk pada Kitab Suci, Tradisi Suci, dan ajaran Magisterium, karya ini menegaskan bahwa kematian bukan sekadar peristiwa biologis, melainkan momen teologis yang sarat makna spiritual. Melalui pemahaman akan makna kematian dan janji kebangkitan, umat beriman diajak untuk memandang kematian sebagai jalan menuju kesatuan sempurna dengan Allah dalam kemuliaan kekal.

In Catholic Theology, death is not viewed as the end of human existence, but as a transitional stage toward eternal life with God. This paper explores the journey of the soul after death, according to the teachings of the Catholic Church, including particular judgment, the possibility of purification in purgatory, and the hope of eternal glory in heaven. By drawing from Sacred Scripture, Sacred Tradition, and the Magisterium, the study affirms that death is not merely a biological event, but a theological moment filled with deep spiritual significance. Through a deeper understanding of death and the promise of resurrection, the faithful are invited to see death as a path to perfect union with God in eternal glory.

Unduhan

Diterbitkan

2025-11-03