STUDI KASUS PENGALAMAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) PADA PASIEN TB DI PUSKESMAS PILOLODAA
Kata Kunci:
Tuberkulosis, OAT, Pengalaman Pasien, Efek Samping, KepatuhanAbstrak
Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Pengobatan jangka panjang dengan obat anti tuberkulosis (OAT) sering menimbulkan efek samping yang memengaruhi pengalaman dan kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pasien TB dalam penggunaan OAT di Puskesmas Pilolodaa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap 15 pasien TB yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara tematik untuk menemukan pola pengalaman pasien selama pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien mengalami efek samping seperti mual, muntah, pusing, nyeri sendi dan gangguan tidur. Pasien lansia merasakan efek samping lebih berat sehingga beberapa sempat menghentikan pengobatan. Kepatuhan sangat dipengaruhi oleh motivasi dan dukungan keluarga serta tenaga kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan pengalaman pasien TB dalam penggunaan OAT dipengaruhi oleh efek samping dan dukungan sosial. Edukasi serta pendampingan keluarga dan petugas kesehatan penting untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia. Long-term treatment with anti-tuberculosis drugs (OAT) often causes side effects that influence patients' experiences and adherence to therapy. This study aimed to explore the experiences of TB patients in using OAT at Pilolodaa Community Health Center (Puskesmas). This study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews with 15 purposively selected TB patients and were analyzed thematically to identify patterns in patients' treatment experiences. The findings showed that most patients experienced side effects such as nausea, vomiting, dizziness, joint pain, and sleep disturbances. Elderly patients reported more severe side effects, leading some to temporarily discontinue treatment. Treatment adherence was strongly influenced by motivation, family support, and assistance from healthcare workers. The study concludes that TB patients' experiences with OAT are influenced by drug side effects and social support. Education, as well as family and healthcare worker support, play a crucial role in improving treatment adherence.




