RANCANG BANGUN CHARGING BATTERY SOLAR CELL MENGGUNAKAN SISTEM MAXIMUM POWER POINT TRACKER (MPPT)

Penulis

  • Fauzan Hasibuan Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Parlin Siagian Universitas Pembangunan Panca Budi
  • Haris Gunawan Universitas Pembangunan Panca Budi

Kata Kunci:

Panel Surya, Polycrystalline, MPPT, Solar Charge Controller Pulse Width Modulation

Abstrak

Panel surya, atau sering disebut sebagai panel fotovoltaik (PV), adalah perangkat yang mengubah sinar matahari langsung menjadi listrik. Jenis panel surya polycrystalline adalah jenis yang paling umum digunakan. Rendahnya efisiensi dari panel surya polycrystalline yang hanya sebesar 13-16% dalam mengubah energi matahari menjadi energi listrik, maka di perlukan teknologi MPPT untuk meningkatkan efisiensi, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan efisiensi dari penggunaan SCC MPPT dan tanpa penggunaan SCC MPPT pada panel surya di Universitas Pembangunan Panca Budi Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti berapa lama waktu yang di butuhkan untuk pengisian daya baterai dan berapa peningkatan efisiensi yang di hasilkan setelah menggunakan MPPT, dengan kondisi lingkungan seperti iradiasi matahari, intensitas cahaya matahari dan suhu di Universitas Pembangunan Panca Budi Kota Medan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah mengukur serta membandingkan output daya yang dihasilkan panel surya Polycrystalline selama 3 (hari) hari penelitian dan diinterpretasikan. Hasil yang diperoleh adalah SCC PWM menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan SCC MPPT. Selama tiga hari pengujian dengan rata-rata iradiasi matahari sebesar 571W/m², rata-rata intensitas cahaya matahari sebesar 104.305 Lux dan rata-rata suhu 43.85 derajat celcius, rata-rata SCC MPPT menghasilkan daya sebesar 14.44 Watt, sedangkan SCC PWM menghasilkan daya rata-rata sebesar 21.99 Watt. Selisih rata-rata output daya yang dihasilkan dari kedua panel surya tersebut sebesar 7.55 Watt. Hal ini menunjukan bahwa, SCC PWM terbukti lebih unggul dibandingkan SCC MPPT.

Solar panels, also known as photovoltaic (PV) panels, are devices that convert direct sunlight into electricity. Polycrystalline solar panels are the most commonly used type. The low efficiency of polycrystalline solar panels, which only converts solar energy into electrical energy at a rate of 13-16%, necessitates the use of MPPT technology to enhance efficiency. Therefore, a study is needed to determine the increase in efficiency from using SCC MPPT and without SCC MPPT on solar panels at Universitas Pembangunan Panca Budi in Medan. This research aims to investigate how long it takes to charge a battery and the efficiency gain after using MPPT under environmental conditions such as solar irradiance, light intensity, and temperature at Universitas Pembangunan Panca Budi in Medan. The method used in this study involves measuring and comparing the output power generated by polycrystalline solar panels over a period of three days and interpreting the results. The findings show that SCC PWM performs better than SCC MPPT. During three days of testing with an average solar irradiance of 571 W/m², an average light intensity of 104,305 Lux, and an average temperature of 43.85°C, SCC MPPT produced an average power output of 10 watts, while SCC PWM produced an average power output of 11.1 watts. The average difference in output power between the two solar panels was 1.1 watts. This indicates that SCC PWM is superior to SCC MPPT.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-11