ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL BERBASIS SOFTWARE VISSIM DI BANYUWANGI

Penulis

  • Andi Rizki Maulana Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
  • Yohanes Pracoyo Widi Prasetyo Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi
  • Heri Sujatmiko Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi

Kata Kunci:

Kepadatan Arus Lalu Lintas, Simpang Bersinyal, Metode PKJI, Vissim, Tingkat Pelayanan Simpang

Abstrak

Kepadatan arus lalu lintas di persimpangan disebakan karena terletak pada kawasan komersial sehingga   memiliki   lalu lintas yang kompleks. Metode PKJI digunakan untuk menganalisa kinerja simpang bersinyal tersebut.  data primer dan sekunder diperoleh dari Dinas PUPR Kabupaten Banyuwangi dan Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi, hasil data yang telah dianalisa menggunakan metode PKJI, akan disimulasikan menggunakan software Vissim. Hasil analisis kinerja simpang bersinyal dalam  kondisi eksisting diperoleh nilai 〖 D〗_J Utara = 0.930, Timur = 0.868, Barat = 0.336 dan waktu tundaan 150,3 det/smp sedangkan pada permodelan Vissim menghasilkan output D_J Utara = 0.985, Timur = 0.894 Barat = 0.290 dan waktu tundaan 51,08 det/smp dengan tingkat pelayanan simpang D. Metode perbaikan kinerja simpang yang paling efektif adalah dengan melakukan perubahan waktu siklus dengan alternatif 1 yang meningkatkan tingkat pelayanan simpang menjadi LoS D, dan lama tundaan dengan tingkat pelayanan simpang menjadi LoS D, dimana hasil dari optimasi menjadi lebih baik dari kondisi eksisting sebelumnya. Dengan demikian, diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam peningkatan efisiensi sistem transportasi di Kabupaten Banyuwangi.

The traffic density at the Lateng intersection is caused by its location in a commercial area with many shops or shopping centers, resulting in complex traffic and a significant increase in vehicle volume passing through the intersection. This condition is a serious concern as the intersection serves as a main access point to downtown Banyuwangi. The PKJI method is used to analyze the performance of this signalized intersection. Primary and secondary data were obtained from the Banyuwangi Regency Public Works and Spatial Planning Office and the Banyuwangi Regency Transportation Office. The data analyzed using the PKJI method will be simulated using Vissim software. The performance analysis results of the signalized intersection in the existing condition show a D_J value of 0.930 for the north, 0.868 for the east, 0.336 for the west, and a delay time of 150.3 seconds/vehicle. In contrast, the Vissim modeling output shows a D_J value of 0.985 for the north, 0.894 for the east, 0.290 for the west, and a delay time of 51.08 seconds/vehicle, with an intersection service level of D. The most effective method to improve intersection performance is to change the cycle time with alternative 1, which improves the intersection service level to LoS D and reduces the delay time, making the optimization results better than the previous existing condition. Thus, it is hoped that this research will contribute significantly to improving the efficiency of the transportation system in Banyuwangi Regency.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-11